Media Kampung – Fakultas Psikologi Universitas Sebelas Maret (UNS) berhasil menyelesaikan pengambilan data World Values Survey (WVS) Gelombang ke-8 di Indonesia yang berlangsung dari Agustus hingga Desember 2025. UNS dipercaya sebagai Principle Investigator resmi oleh WVS Association, menjadikannya institusi akademik pertama dan satu-satunya di Indonesia yang mengemban peran penting ini.

Dr. Phil. Ayu Okvitawanli, Ketua Tim Peneliti Fakultas Psikologi UNS sekaligus Principal Investigator WVS 8, menyampaikan keberhasilan ini dalam konferensi pers yang diadakan di Gedung Rektorat UNS pada Mei 2026. Survei tersebut menggunakan metode wawancara tatap muka dengan kuesioner lebih dari 300 pertanyaan yang mencakup 14 tema utama nilai sosial. Lebih dari 2.306 responden dari 247 kecamatan di 18 provinsi di Indonesia terlibat dalam penelitian ini melalui teknik multistage random sampling untuk memastikan representasi nasional yang akurat.

World Values Survey merupakan proyek riset sosial terbesar yang pertama kali digagas pada 1981 oleh Profesor Ronald Inglehart. Survei ini telah berlangsung dalam delapan gelombang dan mencakup lebih dari 90 negara dengan total responden mencapai ratusan ribu setiap gelombangnya. Indonesia sendiri telah berpartisipasi sejak Gelombang ke-4 pada tahun 2001, menjadikannya salah satu negara Asia Tenggara dengan data nilai sosial terpanjang dalam riset ini.

Data yang diperoleh dari WVS Gelombang ke-8 sangat strategis untuk Indonesia karena memungkinkan perbandingan nilai sosial secara global, termasuk dengan negara-negara ASEAN dan anggota G20. Selain itu, data ini juga memungkinkan analisis perubahan nilai sosial di Indonesia selama 24 tahun terakhir, mencakup berbagai periode penting seperti pascareformasi, era digitalisasi, krisis global, pandemi COVID-19, dan dinamika sosial politik lainnya.

Seluruh dataset akan dipublikasikan secara terbuka melalui situs resmi World Values Survey sehingga dapat diakses gratis oleh peneliti, mahasiswa, jurnalis, dan masyarakat luas. Tim Fakultas Psikologi UNS kini memasuki tahap analisis data mendalam, termasuk penginputan, pembersihan, dan validasi sesuai standar internasional sebelum menyerahkan data final ke WVS Association di Vienna untuk integrasi ke basis data global.

Selain itu, tim peneliti berencana menerbitkan hasil studi di jurnal internasional bereputasi, mengadakan seminar serta forum diseminasi hasil survei kepada para pemangku kepentingan nasional. Dukungan pendanaan internal UNS serta kerja sama dengan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya dan University of Hong Kong menjadi faktor penting dalam keberhasilan proyek ini.

Moh. Abdul Hakim, anggota tim peneliti, menyatakan harapan bahwa hasil riset ini dapat memberi manfaat luas dan menjadi dasar bagi kebijakan publik di berbagai bidang seperti pendidikan, demokrasi, keagamaan, dan kesejahteraan sosial di Indonesia.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.