Media Kampung – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) mengadakan Sharing Session Akuntansi pada 5 Mei 2024 di kantor pusatnya di Jalan Tanjung Mutiara 1, Surabaya, menyambut kunjungan 72 mahasiswa jurusan Akuntansi Universitas Islam Bandung (Unisba) dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) TPS, khususnya pilar pendidikan, dan dirancang agar mahasiswa dapat melihat langsung penerapan akuntansi di sektor terminal petikemas.
Erika A. Palupi, Sekretaris Perusahaan TPS, menegaskan bahwa acara tersebut adalah wujud kontribusi berkelanjutan perusahaan dalam mendukung dunia pendidikan serta menyiapkan sumber daya manusia yang adaptif terhadap kebutuhan industri.
“Momentum Hari Pendidikan Nasional kami manfaatkan untuk berbagi praktik terbaik kepada mahasiswa. Saat ini, ilmu akuntansi tidak lagi bersifat konvensional, tetapi telah berkembang, termasuk dalam mengukur dampak sosial melalui Social Return on Investment (SROI) serta pelaporan kinerja berkelanjutan melalui sustainability report,” ujar Palupi pada Selasa (5/5).
Dalam sesi tersebut, peserta diajarkan cara mengintegrasikan metrik SROI dan laporan keberlanjutan ke dalam proses akuntansi tradisional, sehingga dapat menilai kontribusi sosial dan lingkungan perusahaan secara kuantitatif.
TPS juga menekankan pentingnya prinsip Environmental, Social and Governance (ESG) serta Good Corporate Governance (GCG) dalam operasional terminal petikemas, menjelaskan bahwa akuntansi menjadi instrumen utama untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas.
Mahasiswa berkesempatan berdiskusi langsung dengan praktisi TPS, mengajukan pertanyaan mengenai tantangan pengukuran ESG, serta menelusuri peluang karir akuntan di industri logistik dan kepelabuhanan.
Sebagai pelaku utama dalam rantai pasok logistik, TPS mengelola aliran kontainer peti kemas yang melintasi pelabuhan Surabaya, sehingga pemahaman akuntansi industri menjadi kunci dalam pengambilan keputusan manajerial yang efektif.
Paparan tersebut memberikan gambaran nyata kepada mahasiswa tentang bagaimana data keuangan, non‑keuangan, dan faktor risiko lingkungan dapat dipadukan untuk menghasilkan laporan yang holistik.
Dengan menyelesaikan sesi ini, TPS berharap sinergi antara dunia industri dan perguruan tinggi semakin kuat, serta program TJSL terus berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan akuntansi nasional.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan