Media Kampung – BINUS @Bandung menyoroti pentingnya peran orang tua dalam memilih kampus yang tepat bagi masa depan karier anak melalui kegiatan Media Gathering di Bandung pada 7 Mei. Dalam acara ini, BINUS @Bandung menghadirkan pemaparan tentang tren pendidikan tinggi dan memperkenalkan ekosistem pembelajaran yang fokus mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif.

Setiap tahun, proses seleksi masuk perguruan tinggi semakin ketat, menyebabkan kekhawatiran di kalangan orang tua dan calon mahasiswa, khususnya di Bandung yang dikenal sebagai kota pendidikan di Indonesia. Keputusan memilih perguruan tinggi kini dianggap sangat strategis, mengingat tingginya biaya pendidikan dan harapan orang tua agar anak mendapat peluang karier yang baik setelah lulus. Menurut data yang dibahas, sekitar 35% hingga 36% pemuda Indonesia mengalami mismatch antara pekerjaan dan pendidikan yang ditempuh. Perubahan ini juga dipengaruhi oleh perkembangan teknologi dan dunia industri yang dinamis. World Economic Forum memperkirakan 22% pekerjaan global akan berubah hingga 2030, sehingga keterampilan baru sangat dibutuhkan oleh generasi mendatang.

Hasil riset Populix bersama BINUS University menunjukkan kekhawatiran orang tua terhadap minimnya informasi tentang prospek karier dari bidang studi dan pentingnya peluang kerja setelah lulus. Ibu Vivi, salah satu orang tua mahasiswa BINUS, menyatakan, “Sebagai orang tua, tentu kami ingin memastikan bahwa pendidikan yang dipilih benar-benar memberikan bekal yang bermanfaat bagi masa depan anak. Melihat bagaimana lingkungan belajar dan kesempatan pengembangan diri yang diberikan oleh kampus menjadi salah satu faktor yang membuat kami yakin.”

Pada diskusi tersebut, Dr. Esther Widhi Andangsari selaku Head of Psychology Department BINUS University menegaskan bahwa kecemasan orang tua dan anak dalam memilih jurusan atau kampus adalah hal yang wajar. Ia menambahkan, “Banyak anak muda merasa keputusan memilih jurusan atau kampus seolah menentukan seluruh hidup mereka. Padahal yang lebih penting adalah bagaimana mereka memahami minat, potensi, serta lingkungan belajar yang dapat mendukung perkembangan mereka. Ketika mahasiswa berada di ekosistem yang tepat, mereka akan memiliki ruang untuk mengeksplorasi kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja yang terus berubah.”

BINUS @Bandung merespons tantangan ini dengan pendekatan pembelajaran yang menggabungkan penguasaan teknologi, kreativitas, dan pemahaman bisnis. Kampus ini membangun ekosistem yang relevan dengan kebutuhan industri kreatif dan digital, sejalan dengan karakter Kota Bandung sebagai pusat inovasi dan kreativitas. BINUS University telah terhubung dengan lebih dari 2.200 perusahaan global dan memiliki komunitas alumni lebih dari 175.000 orang di berbagai sektor, baik di dalam maupun luar negeri. Jaringan ini membuka peluang mahasiswa membangun koneksi profesional serta memperoleh pengalaman industri sejak dini.

Dr. Johan Muliadi Kerta selaku Campus Director menegaskan, “Perguruan tinggi tidak hanya berperan memberikan pengetahuan akademik, tetapi juga harus mampu menghadirkan pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan industri. Mahasiswa perlu dibekali dengan kemampuan teknologi, kreativitas, serta pola pikir inovatif agar mereka siap menghadapi berbagai peluang dan tantangan karier di masa depan.”

Sebagai tambahan, 98% lulusan BINUS telah mendapatkan pengalaman internasional melalui berbagai program global dan kolaborasi lintas negara. BINUS University juga menyediakan program beasiswa hingga 100% bagi siswa berprestasi, sehingga akses pendidikan berkualitas terbuka lebih luas. Konsep pembelajaran di BINUS @Bandung menempatkan kreativitas, teknologi—termasuk kecerdasan buatan—dan kewirausahaan sebagai bagian penting dari proses belajar. Dengan integrasi ini, mahasiswa didorong untuk mengembangkan potensi dan siap menghadapi dunia profesional yang dinamis.

Hingga saat ini, BINUS @Bandung terus memperkuat ekosistem pendidikan berbasis teknologi dan kreativitas, berkomitmen menjadi lingkungan yang mendukung mahasiswa menggapai masa depan karier yang lebih cerah.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.