Media Kampung – Prof. Syawal Gultom meninggal dunia pada 26 April 2026, meninggalkan jejak keteladanan dan pengabdian dalam dunia pendidikan tinggi Indonesia.
Kejadian ini terjadi di rumah sakit Umum Universitas Medan (UMED) Medan, Jawa Utaranya, pada usia 68 tahun.
Ia menjabat sebagai Rektor Universitas Medan (Unimed) selama dua periode, yakni 2012‑2016 dan 2016‑2020.
Sebelum menjadi rektor, Prof. Gultom mengabdi sebagai Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan sejak 2005 hingga 2011.
Karier akademiknya dimulai pada 1990 setelah menyelesaikan doktoralnya di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Disertasi doktoralnya berfokus pada inovasi kurikulum berbasis teknologi informasi dalam pendidikan menengah.
Selama masa kepemimpinan, Unimed memperoleh akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN‑PT) pada 2018.
Akreditasi tersebut meningkatkan reputasi Unimed di tingkat nasional dan menarik peningkatan jumlah mahasiswa internasional.
Prof. Gultom juga memprakarsai program beasiswa “Mandiri Cendekia” yang menyalurkan dana kepada 500 mahasiswa berprestasi kurang mampu.
Program tersebut berhasil meningkatkan tingkat kelulusan tepat waktu hingga 85 persen pada tahun 2019.
Selain peran administratif, ia aktif menulis lebih dari 30 artikel ilmiah di jurnal terakreditasi internasional.
Penelitiannya tentang pendidikan inklusif sering menjadi referensi utama bagi kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Ia juga menjadi anggota dewan penasihat Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidikan (LP3) sejak 2015.
Penghargaan “Guru Besar Teladan” diberikan kepadanya oleh Kementerian Pendidikan pada tahun 2020.
Kematiannya diumumkan melalui rilis resmi Universitas Medan pada pagi hari, menyebutkan bahwa penyebabnya adalah komplikasi jantung.
Keluarga Prof. Gultom, termasuk istri dan tiga anak, menyatakan rasa terima kasih atas dukungan masyarakat.
“Prof. Syawal selalu menekankan pentingnya integritas akademik,” kata Dr. Anita Sari, Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Unimed.
Ia menambahkan bahwa warisan Prof. Gultom akan terus hidup melalui program-program pendidikan yang masih berjalan.
Ruang perkuliahan baru di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan yang dinamai “Gedung Syawal Gultom” akan diresmikan bulan depan.
Gedung tersebut direncanakan menjadi pusat penelitian pendidikan inovatif bagi dosen dan mahasiswa.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengeluarkan surat pernyataan duka cita dan menurunkan bendera setengah tiang di kantor gubernur.
Upacara pemakaman dijadwalkan pada 28 April 2026 di Pemakaman Umum Taman Pahlawan Medan.
Kremasi dilakukan sesuai dengan permintaan almarhum, dan abu akan disimpan di kolumbarium Universitas Medan.
Mahasiswa Unimed mengorganisir doa bersama secara daring pada malam sebelum pemakaman, menandakan rasa hormat kolektif.
Berita duka ini juga disebarkan oleh media nasional, menegaskan kontribusi Prof. Gultom bagi pendidikan Indonesia.
Beberapa tokoh akademik, termasuk rektor Universitas Indonesia, mengirimkan surat belasungkawa resmi.
Surat tersebut menyoroti kepemimpinan visioner Prof. Gultom dalam memperkuat kolaborasi antar‑universitas.
Selama hidupnya, Prof. Gultom selalu menekankan pentingnya riset berbasis komunitas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Semangat tersebut kini diharapkan dapat terus menginspirasi generasi dosen dan peneliti muda.
Berita terkini menyatakan bahwa proses administrasi pensiun Prof. Gultom telah selesai, dan pensiun tersebut diresmikan secara simbolis pada 30 April 2026.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan