Media Kampung – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Universitas Muhammadiyah Jember mengajarkan nilai sedekah kepada anak usia dini melalui edukasi interaktif di sebuah TK di Jember.

Kegiatan dilaksanakan pada 24 April 2026 dan melibatkan lebih dari dua puluh anak usia 4 hingga 6 tahun serta dosen pembimbing.

Para mahasiswa menyampaikan bahwa konsep sedekah tidak harus berupa uang, melainkan dapat diwujudkan lewat senyum, bantuan, atau kata-kata yang baik.

Materi disajikan dengan bahasa sederhana, gambar berwarna, serta permainan peran yang memungkinkan anak mengaplikasikan contoh sedekah secara langsung.

Selama sesi, anak-anak diajak meniru gerakan “sedekah senyum” dengan menyapa guru dan teman menggunakan senyum lebar.

Selanjutnya, mereka belajar “sedekah tenaga” dengan membantu merapikan mainan bersama rekan sekelas.

Mahasiswa juga memperkenalkan “sedekah makanan” melalui pembagian bekal ringan kepada teman yang belum membawa makanan.

Contoh lain yang diajarkan ialah penggunaan kata sopan seperti “tolong”, “maaf”, dan “terima kasih” sebagai bentuk sedekah verbal.

Selain itu, anak-anak diajarkan untuk berbagi barang layak pakai seperti mainan atau pakaian kepada teman yang membutuhkan.

Setiap contoh disertai dengan demonstrasi langsung oleh mahasiswa, sehingga anak dapat melihat tindakan konkret.

Suasana kelas terasa ceria, anak-anak aktif menjawab pertanyaan dan berpartisipasi dalam aktivitas kelompok.

Seorang mahasiswa KKN menyatakan, “Kami ingin anak-anak belajar bahwa sedekah bisa berupa senyum atau bantuan kecil, bukan hanya uang.”

Penjelasan tersebut mendapat respon positif dari peserta, yang tampak antusias mengulangi gerakan yang diajarkan.

Data perkembangan otak menunjukkan bahwa pada usia 0–6 tahun, otak anak mencapai sekitar 80 persen kapasitasnya.

Oleh karena itu, kebiasaan baik seperti berbagi harus ditanamkan sejak masa golden age perkembangan kognitif.

Mahasiswa KKN menekankan pentingnya konsistensi, sehingga nilai sedekah tidak hanya menjadi materi satu kali saja.

Setelah sesi edukasi, anak-anak diajak membentuk “Tim Sedekah” dan menandatangani komitmen sederhana di papan tulis.

Komitmen tersebut mencakup janji untuk selalu membantu teman, membagikan makanan, dan menyapa dengan senyum setiap hari.

Orang tua yang hadir mengapresiasi pendekatan interaktif, menyatakan harapan agar anak terus menerapkan nilai yang dipelajari di rumah.

Universitas Muhammadiyah Jember berharap program ini dapat direplikasi di sekolah lain di wilayah Jawa Timur.

Tim KKN RPL berencana melakukan kunjungan lanjutan dalam tiga bulan ke depan untuk memantau penerapan nilai sedekah oleh anak.

Evaluasi awal menunjukkan peningkatan perilaku prososial pada anak, seperti lebih sering membantu teman tanpa diminta.

Penelitian internal universitas menegaskan bahwa intervensi edukatif berbasis karakter dapat memperkuat ikatan sosial di lingkungan sekolah.

Kegiatan serupa sebelumnya telah dilakukan di beberapa desa di sekitar Jember dengan hasil yang positif.

Keberhasilan program ini didukung oleh kerjasama antara fakultas pendidikan, lembaga sosial, dan pemerintah daerah setempat.

Penggunaan metode bermain peran terbukti meningkatkan retensi materi pada anak usia dini.

Mahasiswa KKN juga melibatkan tenaga pendidik setempat untuk memastikan keberlanjutan program setelah mereka selesai bertugas.

Dengan demikian, nilai sedekah diharapkan menjadi bagian integral dari budaya sekolah dan keluarga.

Ke depannya, UNMUH Jember berencana mengintegrasikan modul nilai sedekah ke dalam kurikulum resmi pendidikan anak usia dini.

Kegiatan ini menegaskan komitmen universitas dalam mengabdikan ilmu pengetahuan untuk pemberdayaan sosial di masyarakat.

Semua pihak berharap bahwa generasi muda yang tumbuh dengan nilai empati akan menjadi agen perubahan positif di masa depan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.