Media Kampung – Toga Sempurna untuk Ayah Ibu di Surga menjadi simbol keberhasilan Tria Fenda Wisudawati, mahasiswa Manajemen Unmuh Jember, yang meraih IPK 3,99 pada Wisuda ke-54.

Upacara wisuda berlangsung di Gedung Serbaguna Universitas Muhammadiyah Jember pada 22 April 2026, tanpa kehadiran orang tua yang telah meninggal.

Tria kehilangan ibunya saat berada di kelas tiga SMA, sebuah pukulan yang menguji ketangguhan mentalnya.

Ia menanggapi duka tersebut dengan meningkatkan fokus belajar, sehingga berhasil menjadi juara satu di SMA dan melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

Selama masa perkuliahan, Tria tetap berprestasi, memperoleh beasiswa Djarum Beasiswa Plus tahun ajaran 2024/2025.

Beasiswa tersebut menambah motivasi dan memberi kesempatan bagi Tria untuk mengikuti program pertukaran akademik.

Pada semester tujuh, ayah Tria meninggal dunia tepat ketika ia mulai menyusun skripsi, menambah beban emosional yang berat.

Meski terdampak, Tria mengingat pesan orang tua: “Terus fokus dan jangan pernah lari dari tanggung jawab,” dan menjadikannya pedoman.

Dia menyelesaikan skripsi tepat waktu, mempertahankan kualitas akademik dengan nilai tertinggi di kelas.

Keberhasilan akademiknya didukung pula oleh partisipasi aktif dalam kegiatan kampus, termasuk menjadi Duta Kepemudaan.

Sebagai relawan, Tria memberikan edukasi tentang personal branding dan bahaya narkoba kepada pelajar sekolah menengah.

Penghargaan Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) diberikan kepadanya pada tingkat program studi, fakultas, hingga universitas.

Pengakuan ini memungkinkan Tria mewakili Unmuh Jember pada ajang Pilmapres tingkat nasional.

Dalam wawancara singkat setelah wisuda, Tria mengungkapkan rasa rindu yang mendalam kepada kedua orang tuanya.

Ia menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan wujud penghormatan kepada harapan mereka.

Tria menambahkan, “Saya ingin ayah dan ibu melihat bahwa perjuangan saya tidak sia-sia,” sambil menahan air mata.

Para dosen dan rekan sekelas memuji ketekunan Tria, menyebutnya contoh inspiratif bagi mahasiswa lain.

Kehidupan Tria kini beralih ke dunia kerja, dengan tawaran posisi analis keuangan di perusahaan regional.

Ia berencana melanjutkan studi S2 di bidang Manajemen Strategi untuk mengembangkan karier lebih lanjut.

Terlepas dari tantangan, Tria tetap optimis, mengingat pesan orang tua sebagai sumber kekuatan.

Dengan toga di tangan, ia menutup bab kuliah dan membuka lembaran baru, tetap menjaga semangat untuk menginspirasi generasi mendatang.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.