Media Kampung – Dahlan Rais menyingkap rahasia kuatnya kepedulian sosial warga Muhammadiyah dalam sambutan yang disampaikan pada acara Baitul Arqam Dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta di Ponpes Modern Sagen, Sukoharjo pada 24 April 2026.
Acara tersebut dihadiri oleh ribuan peserta, termasuk dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan yang berkumpul untuk memperdalam pemahaman tentang nilai-nilai sosial organisasi.
Kiai Ahmad Dahlan Rais, selaku Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, menegaskan bahwa karakter sosial anggota menjadi pilar utama keberlanjutan gerakan Muhammadiyah.
“Kepedulian sosial warga Muhammadiyah adalah manifestasi nyata nilai-nilai keagamaan yang mengedepankan kebersamaan dan pelayanan,” ujar Dahlan Rais dengan tegas.
Ia menambahkan bahwa tradisi sosial Muhammadiyah telah berakar sejak masa pendirian pada awal abad ke-20, ketika organisasi berfokus pada pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi.
Data internal Muhammadiyah mencatat lebih dari 2.300 lembaga pendidikan, 1.200 fasilitas kesehatan, serta ribuan program bantuan bencana yang dijalankan setiap tahun.
Tenaga kependidikan berperan penting sebagai agen perubahan, menyebarkan nilai kepedulian melalui kurikulum, kegiatan ekstrakurikuler, dan program pengabdian masyarakat.
Contoh konkret terlihat pada program “Sahabat Sukoharjo” yang menyediakan beasiswa, layanan kesehatan gratis, dan pelatihan keterampilan bagi warga desa di sekitar Ponpes Modern Sagen.
Program tersebut berhasil menurunkan angka putus sekolah sebesar 12 persen dan meningkatkan akses layanan kesehatan dasar di wilayah tersebut.
Secara nasional, upaya sosial Muhammadiyah telah berkontribusi pada pencapaian target Sustainable Development Goals, terutama pada bidang pendidikan berkualitas dan kesehatan yang layak.
Ke depan, Dahlan Rais menargetkan ekspansi program sosial ke provinsi lain, dengan fokus pada digitalisasi layanan bantuan dan peningkatan kapasitas relawan lokal.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.






Tinggalkan Balasan