Media Kampung – Pada hari pertama pelaksanaan SNBT 2026 di Universitas Jember, tiga peserta penyandang disabilitas menampilkan semangat tinggi dalam menempuh ujian seleksi nasional berbasis komputer.
Acara dimulai sejak pukul 05.00 WIB, dengan proses pemeriksaan ketat di gerbang utama sebelum peserta diarahkan ke ruang transit dan ruang ujian oleh panitia yang dipimpin Prof. Drs. Slamin, M.Comp.Sc., Ph.D.
Universitas Jember menyiapkan fasilitas khusus, termasuk penyesuaian ruang ujian, bantuan pendamping, serta aksesibilitas jalur masuk untuk memastikan kenyamanan peserta disabilitas.
“Ruangannya bagus, AC‑nya dingin, posisi kursi dan komputer juga sesuai dan sama sekali tidak menyulitkan,” ungkap Muhammad Derbian Dwi Putra, peserta dengan keterbatasan tangan sebelah kiri.
Yogi Ardiansyah menilai petugas sangat ramah dan responsif, menambahkan bahwa bantuan mobilitas seperti kursi roda membuatnya tidak merasa sendirian selama ujian.
Yogi, yang berasal dari Jember, mengakui sempat mengalami kesulitan pada bagian penalaran matematika, namun tetap bertekad melanjutkan studi di Program Studi Teknologi Informasi UNEJ dan bercita‑cita menjadi dosen.
Carissa Vania Artamevira menghadapi tantangan pada soal pengetahuan kuantitatif, namun ia tetap fokus menyelesaikan ujian dengan maksimal demi melanjutkan pendidikan di bidang Psikologi.
Derbian, asal Bondowoso, merasa percaya diri dengan soal yang dihadapi dan memilih Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia karena ketertarikannya pada dunia kepenulisan serta idolanya, penulis Tere Liye.
Di akhir ujian, Derbian berharap fasilitas ramah disabilitas tetap dipertahankan dan menambahkan motivasi bagi peserta lain, “Jangan jadikan keterbatasan sebagai alasan untuk menyerah, tidak ada yang tidak mungkin.”
Kisah ketiga peserta tersebut menegaskan bahwa keterbatasan tidak menghalangi impian, sekaligus mengingatkan pentingnya pendidikan inklusif yang terbuka bagi semua kalangan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Leave a Reply