Media Kampung – Pemerintah Kabupaten Jombang mengambil langkah strategis untuk melindungi petani dari risiko gagal panen yang kian meningkat akibat perubahan iklim, bencana alam, dan serangan organisme pengganggu tanaman (OPT). Upaya itu dilakukan melalui perluasan program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) dan penyaluran bantuan benih bagi petani terdampak.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, M. Rony, mengatakan perubahan iklim telah meningkatkan kerentanan sektor pertanian terhadap berbagai ancaman, mulai dari banjir, kekeringan, hingga serangan hama dan penyakit tanaman. Oleh karena itu, pemerintah daerah memperluas perlindungan melalui bantuan premi AUTP agar petani memiliki jaminan saat mengalami gagal panen.

Manfaat AUTP Sudah Dirasakan Petani

Program AUTP telah memberikan manfaat nyata bagi petani di Desa Jatigedong, Kecamatan Ploso. Pada 2026, klaim AUTP senilai Rp178,62 juta telah disalurkan kepada 45 petani yang lahannya seluas 29,77 hektare terdampak banjir. Rony menjelaskan, pencairan klaim tersebut menjadi bukti bahwa skema perlindungan pertanian berjalan ketika terjadi bencana.

“Klaim AUTP telah diberikan kepada anggota Kelompok Tani Jatirowo di Desa Jatigedong, Kecamatan Ploso, setelah lahan mereka terdampak banjir,” jelasnya.

Perluasan Cakupan AUTP

Untuk memperluas cakupan perlindungan, Dinas Pertanian Kabupaten Jombang pada tahun ini mengalokasikan bantuan premi AUTP bagi lahan seluas 800 hektare. Selain itu, pemerintah daerah juga mengajukan tambahan kuota seluas 500 hektare kepada Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur. Hingga musim tanam 2025-2026, jumlah peserta AUTP di Jombang tercatat mencapai 1.843 petani dengan total luas lahan yang diasuransikan mencapai 973,27 hektare. Kecamatan Kesamben menjadi wilayah dengan jumlah peserta terbanyak, yakni 614 petani yang mengikutsertakan lahan seluas 359,95 hektare.

Bantuan Benih untuk Petani Terdampak

Selain memperkuat program asuransi, Pemerintah Kabupaten Jombang juga menyalurkan bantuan benih padi kepada petani yang terdampak bencana maupun serangan organisme pengganggu tanaman. Pada tahun anggaran 2026, bantuan tersebut diberikan kepada lima kelompok tani di Kecamatan Ngusikan dan Sumobito dengan cakupan lahan 120 hektare dan total benih sebanyak 3.000 kilogram.

“Penyaluran benih padi merupakan bagian dari dukungan pemerintah daerah agar petani yang terdampak bencana maupun serangan OPT dapat segera kembali melakukan budidaya,” kata Rony.

Melalui perluasan kepesertaan AUTP dan penyaluran bantuan benih, Pemerintah Kabupaten Jombang berharap ketahanan sektor pertanian tetap terjaga meskipun tantangan perubahan iklim semakin sulit diprediksi. “Kami berharap keberadaan AUTP dan bantuan benih mampu menjaga keberlangsungan usaha tani sehingga petani dapat bangkit kembali setelah mengalami kerugian akibat bencana ataupun dampak perubahan iklim,” ucapnya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.