Media Kampung – Pemerintah Kabupaten Siak resmi memulai Sensus Ekonomi (SE) 2026 pada Senin, 15 Juni 2026, di Zamrud Room, Kompleks Rumah Rakyat, Siak Sri Indrapura. Bupati Siak Afni Zulkifli menekankan pentingnya data akurat dari sensus ini sebagai dasar program bantuan stimulan usaha yang lebih tepat sasaran.
Afni mengungkapkan bahwa Sensus Ekonomi 2026 memiliki metodologi lebih maju dibanding dekade sebelumnya. Pendataan kali ini mencakup sektor Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk rantai pasok lokal, klaster Koperasi Merah Putih untuk memetakan potensi ekonomi kerakyatan, serta memastikan transparansi penggunaan anggaran negara berbasis kebutuhan riil di lapangan.
Meski pertumbuhan ekonomi Kabupaten Siak menunjukkan tren positif—dari 2,31 persen pada 2021 menjadi 5,87 persen pada 2025, tertinggi kedua di Provinsi Riau setelah Pekanbaru—Afni mengaku belum puas. Menurutnya, kesejahteraan di tingkat akar rumput belum merata. “Hasil SE 2026 sangat kami butuhkan sebagai evaluasi objektif untuk memperbaiki struktur ekonomi riil di Siak,” ujarnya.
Kepala BPS Kabupaten Siak, Nugroho Imam Darodjat, mengapresiasi dukungan Pemkab Siak. Ia menegaskan bahwa enumerator telah diterjunkan secara serentak pada 15 Juni 2026. Hasil sensus ini diharapkan menjadi landasan ilmiah bagi pengambilan keputusan di sektor ekonomi, perlindungan sosial, dan pemetaan klaster bisnis rumah tangga secara nasional.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan