Sekretaris Kabinet Klarifikasi Biaya Kunjungan Kerja Presiden Prabowo
Media Kampung – Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa segala kelebihan biaya dalam kunjungan kerja luar negeri Presiden Prabowo Subianto sepenuhnya dibayar menggunakan dana pribadi presiden. Pernyataan ini disampaikan sebagai tanggapan atas kritik mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, yang menyoroti tingginya biaya yang dikeluarkan untuk setiap perjalanan kerja ke luar negeri.
Klarifikasi Mengenai Biaya dan Jumlah Rombongan
Teddy menjelaskan bahwa pembiayaan perjalanan presiden yang melebihi anggaran negara sudah beberapa kali dijelaskan dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi Presiden Prabowo. Ia juga menambahkan bahwa jumlah rombongan yang mendampingi Presiden Prabowo selama kunjungan ke luar negeri jauh berkurang dibandingkan dengan masa pemerintahan presiden sebelumnya.
Menurut Teddy, pada era presiden sebelumnya, rombongan bisa mencapai lebih dari 120 orang dalam sekali kunjungan ke luar negeri. Sementara pada periode Presiden Prabowo, jumlah rombongan maksimal hanya berkisar antara 50 hingga 60 orang.
Kritik dari Dino Patti Djalal
Dino Patti Djalal mengimbau Presiden Prabowo untuk mengurangi frekuensi kunjungan kerja ke luar negeri dan lebih memperhatikan keluhan masyarakat terkait hal ini. Ia menyebutkan bahwa sejak menjabat sebagai presiden, Prabowo tercatat sebagai kepala negara yang paling sering melakukan perjalanan ke luar negeri, dengan satu dari setiap sepuluh hari dihabiskan di luar negeri.
Dino juga menyoroti besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk kunjungan kepala negara ke luar negeri, termasuk biaya tim pendahulu, pesawat, hotel, dan logistik. Ia mengkhawatirkan bahwa jika frekuensi ini berlanjut dalam 18 bulan ke depan, beban biaya akan tetap sangat besar.
Perkembangan Terbaru
Pernyataan resmi dari Sekretariat Kabinet melalui akun Instagram sekretariat.presiden pada Senin malam (16/2/2026) menjadi penegasan atas isu yang berkembang di publik. Dengan penjelasan tersebut, pemerintah berharap persepsi mengenai biaya kunjungan kerja Presiden Prabowo bisa lebih jelas dan transparan bagi masyarakat luas.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan