Media Kampung – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Ponorogo meminta pemerintah daerah segera menemukan solusi terkait masalah ribuan guru honorer yang sampai saat ini belum tercatat dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Kondisi ini dinilai menghambat berbagai proses administrasi dan pemberian hak bagi guru-guru honorer tersebut.
Permintaan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi antara DPRD dan pemerintah daerah yang membahas permasalahan pendataan tenaga pendidik. Hingga kini, masih terdapat banyak guru honorer yang belum masuk dalam sistem Dapodik, padahal data tersebut menjadi acuan penting pemerintah dalam pengambilan kebijakan, termasuk pemberian bantuan maupun tunjangan bagi tenaga pengajar.
Ketiadaan data resmi guru honorer dalam Dapodik berdampak pada sulitnya pengakuan status mereka sebagai tenaga pendidik yang berhak mendapatkan fasilitas dan perlindungan. DPRD Ponorogo menyoroti pentingnya memperbaiki sistem pendataan agar semua guru honorer dapat tercover dengan baik dan mendapatkan hak sesuai ketentuan.
“Kami mendesak eksekutif untuk segera menuntaskan masalah ini agar tidak ada lagi guru honorer yang tertinggal dari pendataan resmi. Hal ini sangat penting agar mereka bisa mendapatkan perlakuan yang adil dan tepat,” ungkap salah satu anggota DPRD Ponorogo dalam rapat tersebut.
DPRD juga menekankan perlunya koordinasi yang lebih intensif antara dinas pendidikan dengan sekolah dan pihak terkait agar data guru honorer bisa segera terinput secara akurat dan menyeluruh ke dalam Dapodik. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses validasi dan memberikan kepastian bagi tenaga pendidik honorer di daerah tersebut.
Permasalahan pendataan guru honorer yang belum masuk Dapodik sebenarnya bukan hanya terjadi di Ponorogo, namun juga di sejumlah daerah lain. Namun demikian, DPRD Ponorogo berharap pemerintah daerah dapat mengambil langkah konkret dan cepat sehingga persoalan ini tidak berlarut-larut.
Sampai saat ini, belum ada informasi resmi terkait jadwal tindak lanjut atau kebijakan khusus yang akan diterapkan pemerintah daerah dalam mengatasi persoalan tersebut. DPRD Ponorogo tetap mengawasi proses ini dan siap memberikan dorongan agar semua guru honorer mendapatkan haknya secara layak.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan