Media Kampung – Pemerintah mulai menyalurkan jagung dengan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Jawa Tengah sebagai upaya membantu peternak unggas mandiri mengatasi kenaikan biaya pakan. Penyaluran jagung sebanyak 116 ton dilakukan di Kota Semarang melalui Gudang Filial Bulog pada Senin, 11 Mei 2026, dengan harga maksimal Rp5.500 per kilogram di tingkat peternak.

Jagung yang disalurkan terbagi menjadi 100 ton untuk Koperasi Peternak Unggas Sejahtera dan 16 ton untuk Pinsar Petelur Nasional di Kota Semarang. Program ini bertujuan menekan biaya produksi pakan ternak yang kini meningkat signifikan. Maino Dwi Hartono, Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas, menjelaskan bahwa harga jagung di tingkat peternak terus naik dan bahkan mencapai Rp6.600 per kilogram di beberapa wilayah.

Untuk meringankan beban tersebut, pemerintah menjual jagung SPHP seharga Rp5.000 per kilogram di gudang Bulog, dengan harga maksimal Rp5.500 per kilogram di tingkat peternak. Prioritas penyaluran diberikan kepada peternak mandiri dengan skala mikro, kecil, dan menengah yang paling rentan terdampak kenaikan harga pakan. “Peternak mikro, kecil, dan menengah memang harus kita bantu karena beban input produksinya terus meningkat,” ujar Maino di Semarang.

Secara nasional, pemerintah menargetkan penyaluran SPHP jagung sebanyak 242 ribu ton dengan alokasi disesuaikan kebutuhan peternak berdasarkan skala usaha. Peternak mikro mendapat alokasi kebutuhan selama tiga bulan, peternak kecil dua bulan, dan peternak menengah satu bulan. Di Jawa Tengah sendiri, kebutuhan jagung peternak tercatat mencapai 48.051 ton yang tersebar pada 1.748 peternak, dengan rincian 35.612 ton untuk peternak mikro, 8.956 ton untuk peternak kecil, dan 3.483 ton bagi peternak menengah.

Sri Muniati, Pimpinan Wilayah Perum Bulog Jawa Tengah, memastikan kesiapan Bulog dalam mendukung penyaluran jagung pemerintah. Saat ini stok jagung di wilayah Jawa Tengah mencapai sekitar 13 ribu ton dan Bulog siap melakukan penyerapan jagung jelang panen yang akan datang. Kepala Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pasokan Pangan Jawa Tengah, Sri Broto Rini, menambahkan bahwa harga jagung di daerah tersebut telah naik sekitar delapan persen di atas harga acuan pemerintah, mencapai Rp6.300 per kilogram. Harga jagung SPHP yang disalurkan berkisar antara Rp5.350 hingga Rp5.500 per kilogram dinilai sangat membantu peternak dalam menekan biaya pakan.

Suwardi, Ketua Koperasi Peternak Unggas Sejahtera Jawa Tengah, menyambut baik program SPHP jagung yang dianggap mampu mengurangi beban biaya pakan peternak. Program ini melibatkan Bulog, pemerintah daerah, dan asosiasi peternak dengan tujuan menjaga stabilitas harga telur dan daging ayam ras agar tetap terjangkau serta produksi tetap berlangsung lancar.

Dengan adanya penyaluran jagung SPHP di Jawa Tengah, pemerintah berharap dapat mengurangi tekanan biaya produksi bagi peternak unggas mandiri dan menjaga kestabilan harga pangan di pasar lokal, khususnya telur dan daging ayam ras yang menjadi sumber protein penting bagi masyarakat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.