Media Kampung – Investor asing mencatat net sell sebesar Rp 1,49 triliun selama tujuh hari terakhir, menandai tekanan signifikan pada saham-saham yang banyak dilego di Bursa Efek Indonesia.

Data harian menunjukkan aliran keluar terbesar terjadi pada sektor perbankan besar, kecuali saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) yang berhasil menahan penurunan dan bahkan mencatat kenaikan.

Daftar saham yang paling banyak dilego meliputi PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Astra International Tbk (ASII), serta PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), masing‑masing mengalami penurunan harga di atas 5% dalam periode tersebut.

“Tekanan jual dari investor institusi luar negeri memaksa banyak pelaku pasar mengurangi eksposur pada saham yang terindikasi lepas likuiditas,” ujar Budi Santoso, analis senior di kantor sekuritas Mandiri Sekuritas.

Fenomena net sell ini sejalan dengan tren penurunan aliran modal asing sejak kuartal pertama 2024, dipicu oleh kebijakan moneter ketat di Amerika Serikat dan kekhawatiran geopolitik di kawasan Asia‑Pasifik.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertutup pada level 6.465 poin, turun 0,84% dibandingkan penutupan sebelumnya, menandai penurunan terpanjang kedua dalam tiga bulan terakhir.

Para investor disarankan untuk memperhatikan likuiditas dan volatilitas saham yang banyak dilego, serta mempertimbangkan diversifikasi ke sektor yang masih menunjukkan fundamental kuat seperti konsumer non‑makanan.

Pada sesi perdagangan berikutnya, BBRI tetap menjadi satu‑satunya saham bank besar yang menunjukkan pergerakan positif, sementara tekanan jual diperkirakan akan terus memengaruhi saham-saham dengan rasio short interest tinggi.

Kondisi pasar saat ini masih berada di bawah tekanan, namun volatilitas yang tinggi memberikan peluang bagi trader yang mampu mengelola risiko secara disiplin.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.