Media Kampung – 09 April 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 4,42 persen pada perdagangan sore Rabu, mencapai level 7.279 poin.
Penguatan ini didukung oleh kenaikan 623 saham yang mencatat pergerakan positif dalam sesi tersebut.
Lonjakan nilai indeks terjadi setelah data inflasi bulan Maret menunjukkan penurunan yang lebih baik dari perkiraan.
Penurunan inflasi menurunkan tekanan pada kebijakan moneter, memicu sentimen bullish di kalangan pelaku pasar.
Investor asing juga tercatat menambah posisi beli pada sektor keuangan dan komoditas, memperkuat aliran dana masuk.
Data pergerakan net inflow menunjukkan aliran bersih sebesar USD 180 juta pada hari Rabu.
Di sisi sekunder, sektor energi dan pertambangan menjadi kontributor utama penguatan, dengan harga minyak mentah dunia yang stabil.
Saham-saham pertambangan seperti PT Bukit Baru Investama (BBRI) dan PT Astra International (ASII) mencatat kenaikan lebih dari 5 persen.
Sektor keuangan, khususnya perbankan, juga mencatat performa positif, dipimpin oleh PT Bank Central Asia (BBCA) yang naik 3,8 persen.
Analisis dari PT Danareksa Capital menilai bahwa penguatan IHSG mencerminkan ekspektasi pasar terhadap kebijakan stimulus fiskal pemerintah.
Namun, mereka menambahkan bahwa volatilitas tetap mungkin muncul seiring dengan perkembangan data ekonomi global.
Data perdagangan luar negeri menunjukkan defisit neraca berjalan yang menyusut, menambah optimisme investor terhadap rupiah.
Rupiah stabil di kisaran 14.600 per dolar, mendukung kestabilan nilai tukar dan mengurangi tekanan pada perusahaan yang mengimpor bahan baku.
Selain itu, pasar komoditas global yang masih berada pada level tinggi memberi dorongan bagi saham-saham berbasis sumber daya alam.
PT Freeport Indonesia (FI) melaporkan peningkatan produksi tembaga, yang berkontribusi pada kenaikan harga sahamnya.
Di sektor konsumer, saham ritel seperti PT Mata Mata Mata Rakyat (MMR) juga mencatat kenaikan, meski lebih moderat dibanding sektor utama.
Pengamat pasar menilai bahwa kenaikan IHSG ini dapat menjadi titik awal pemulihan jangka menengah bila kebijakan ekonomi tetap mendukung.
Sejarah mencatat bahwa pergerakan serupa pada kuartal sebelumnya diikuti oleh kenaikan likuiditas dan partisipasi investor ritel.
Penutupan hari ini menandai salah satu kenaikan harian terbesar dalam enam bulan terakhir, menegaskan momentum positif pasar modal Indonesia.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





