Media Kampung – Badan Gizi Nasional (BGN) buka suara terkait pengadaan motor listrik yang menjadi sorotan publik dan kini dalam penanganan Kejaksaan Agung. Wakil Kepala BGN sekaligus juru bicara, Agustina Arumsari, menegaskan bahwa seluruh belanja tahun 2025, termasuk motor listrik, akan diaudit dan dievaluasi.

Ribuan unit motor listrik yang diduga akan mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ditemukan terparkir di pergudangan Babakan Madang, Bogor. BGN memastikan aset yang sudah dibeli akan dimanfaatkan secara maksimal. “Yang kemarin sudah 2025 bagaimana? Kami akan memanfaatkan secara maksimal,” ujar Agustina.

BGN saat ini menyisir seluruh belanja tahun anggaran 2025 untuk memastikan manfaatnya bagi MBG. Jika ada pengadaan 2026 dengan output serupa, maka tidak akan dieksekusi sebagai bentuk efisiensi. “Kalau di 2026 ada belanja yang output-nya sama dengan 2025, tidak akan kami eksekusi,” jelasnya.

Terkait proses hukum di Kejaksaan Agung, Agustina enggan merinci status motor listrik tersebut. “Satu demi satu barangnya masih kami bahas, apalagi masih dalam proses di kejaksaan,” katanya. Prinsip pimpinan baru BGN adalah tidak mengulangi belanja yang kurang bermanfaat. Sebagian anggaran BGN juga telah diblokir Kementerian Keuangan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.