Media Kampung – Harley-Davidson resmi mengumumkan pemindahan kembali produksi mesin Revolution Max dari Thailand ke Amerika Serikat. Keputusan ini menandai perubahan besar dalam strategi manufaktur pabrikan motor asal Milwaukee tersebut.
Mesin Revolution Max merupakan jantung penggerak sejumlah model penting Harley-Davidson, seperti Pan America 1250, Sportster S, dan Nightster. Mesin V-Twin modern ini diperkenalkan pada 2021 dan menjadi salah satu inovasi terbesar Harley dalam beberapa tahun terakhir.
Menurut perusahaan, produksi Revolution Max akan kembali dilakukan di fasilitas Pennsylvania dan Wisconsin mulai 2027 untuk model tahun 2028. Proses pemindahan mencakup permesinan, perakitan powertrain, pengecatan, hingga perakitan akhir kendaraan.
Harley-Davidson bahkan menargetkan produksi lebih dari 100.000 unit sepeda motor di pabrik York, Pennsylvania pada 2027. Keputusan ini disebut sebagai bagian dari strategi “Back to the Bricks” yang digagas CEO baru Harley-Davidson, Artie Starrs.
Perusahaan menilai perubahan kebijakan perdagangan Amerika Serikat dan dinamika perdagangan global membuka peluang baru untuk memperkuat basis manufaktur domestik. Bagi Thailand, keputusan tersebut berpotensi mengurangi peran penting fasilitas Rayong yang sebelumnya menjadi pusat produksi model-model bermesin Revolution Max.
Sebaliknya, Harley-Davidson berharap langkah ini dapat memperkuat citra Made in America yang selama ini menjadi salah satu nilai jual utama merek tersebut. Hingga saat ini belum ada informasi apakah perpindahan produksi tersebut akan berdampak pada harga Pan America, Sportster S, maupun Nightster di masa mendatang.
Langkah ini menunjukkan Harley-Davidson semakin fokus memperkuat identitas manufaktur Amerika di tengah perubahan kondisi pasar global.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan