Media Kampung – Trik pedagang motor bekas memoles kendaraan agar tampak kinclong menjadi modus umum yang menipu pembeli di pasar motor Jakarta sejak akhir April 2026.
Penampilan luar yang mengilap didapatkan dengan mengaplikasikan bahan kimia keras dan semir khusus yang membuat cat bersinar di bawah lampu showroom, sementara kerusakan mekanis tetap tersembunyi.
Salah satu taktik paling berbahaya adalah penggunaan oli kental untuk meredam suara mesin kasar, sehingga pada saat inspeksi suara terdengar halus dan menipu pembeli.
“Jika oli kental dipakai hanya untuk menutupi suara, kerusakan akan muncul kembali setelah diganti,” kata Budi Santoso, mekanik senior di Bengkel Prima Jakarta.
Data Motor Plus mencatat 27% kasus penjualan motor bekas yang mengalami kerusakan signifikan dalam satu bulan pertama karena penggunaan pelapisan kimia sementara.
Pedagang juga sering mencuci area mesin dengan bensin atau solar untuk menghilangkan kerak oli, padahal sisa bahan bakar tersebut dapat merusak karet, kabel, dan segel plastik secara cepat.
Penggunaan semir ban dan cairan silikon secara berlebihan pada kabel hitam menciptakan kesan basah, namun menimbulkan penumpukan debu konduktif yang berpotensi menyebabkan korsleting.
Beberapa oknum menaburkan bubuk kapur atau bedak pada titik kebocoran oli sesaat sebelum calon pembeli datang, sehingga mesin terlihat kering selama inspeksi.
Pembeli disarankan melakukan pengecekan menyeluruh, termasuk mendengarkan suara mesin setelah oli kental diganti dengan oli standar, serta memeriksa kabel dan segel dengan lampu senter.
Polisi Metro Jakarta pada 26 April 2026 berhasil membongkar jaringan pedagang yang menggunakan trik pelapisan ini, dan menahan tiga pelaku serta menyita motor yang telah dimodifikasi secara ilegal.
Ke depannya, konsumen diharapkan lebih kritis, memanfaatkan jasa mekanik terpercaya, dan menuntut transparansi penuh agar pasar motor bekas tetap aman dan terpercaya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan