Media Kampung – Setelah sukses memperkenalkan BYD M6 DM sebagai model plug-in hybrid (PHEV) pertama di Indonesia, pabrikan asal China itu kini bersiap meluncurkan BYD Seal DM. Langkah ini menandai ekspansi agresif BYD di segmen kendaraan elektrifikasi nasional, khususnya pada teknologi Dual Mode (DM) yang menggabungkan mesin bensin dan motor listrik.
Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan mengungkapkan bahwa kehadiran M6 DM merupakan pintu pembuka bagi model PHEV lainnya. “Dengan kehadiran BYD M6 DM, ini sebagai awal memperkenalkan produk PHEV kami. Ke depannya tentu akan ada model-model lain yang dilengkapi dengan teknologi Dual Motor (DM),” ujarnya dalam acara peluncuran M6 DM beberapa waktu lalu.
BYD Seal DM yang dimaksud merupakan sedan menengah yang secara global dikenal sebagai BYD Seal 6 DM. Model ini mengusung teknologi DM generasi kelima, menggabungkan mesin bensin 1.5 liter dengan tenaga 74 kW dan torsi 126 Nm, serta motor listrik bertenaga lebih dari 200 hp. Dalam mode listrik murni, Seal DM diklaim mampu menempuh jarak hingga 128 kilometer, tergantung kapasitas baterai.
President Director PT BYD Motor Indonesia Eagle Zhao menegaskan bahwa teknologi DM telah digunakan pada banyak model BYD secara global, termasuk M6 DM dan Seal 6 DM. Ia juga membuka peluang menghadirkan model lain dengan teknologi serupa di Indonesia, seiring pertumbuhan pasar kendaraan elektrifikasi. “Strategi BYD tidak hanya berfokus kepada kendaraan listrik murni, tetapi juga menghadirkan solusi elektrifikasi yang lebih luas termasuk melalui teknologi plug-in hybrid,” kata Eagle.
Meski belum ada kepastian tanggal peluncuran, BYD telah menampilkan Seal DM sebagai showcase unit di berbagai kesempatan. Langkah ini dianggap sebagai sinyal kuat bahwa BYD sedang mempelajari potensi pasar sedan PHEV di Indonesia. Secara desain, Seal DM mengadopsi bahasa desain ‘Ocean Series’ yang aerodinamis dan modern, dengan kabin dilengkapi panel instrumen digital dan layar sentuh 15,6 inci.
Kehadiran BYD Seal DM diprediksi akan memperketat persaingan di segmen mobil hybrid Indonesia. Saat ini, Toyota masih mendominasi dengan model HEV seperti Kijang Innova Zenix Hybrid, Yaris Cross Hybrid, dan Veloz Hybrid yang baru saja mencatat penjualan lebih dari 2.300 unit pada Mei 2026. Namun, BYD menawarkan pendekatan berbeda melalui teknologi PHEV yang memungkinkan pengisian daya eksternal dan jarak tempuh listrik lebih jauh.
Dengan banderol M6 DM yang mulai dari Rp 298 juta, BYD telah membuktikan diri sebagai pemain serius di segmen PHEV murah. Kini, dengan persiapan peluncuran Seal DM, BYD menunjukkan komitmennya untuk memperluas lini kendaraan elektrifikasi di Indonesia, tidak hanya pada segmen MPV tetapi juga sedan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan