Media Kampung – Kekalahan Argentina 0-1 dari Spanyol di final Piala Dunia 2026 menyisakan luka mendalam, namun juga membuka pintu menuju era baru. Lionel Messi, yang genap berusia 40 tahun, telah memberikan segalanya dengan delapan gol dan empat assist, tetapi tidak cukup untuk membawa pulang trofi. Kini, pertanyaan besar muncul: siapa yang akan mewarisi takhta sepak bola Argentina setelah Messi?

Julián Álvarez tampil sebagai kandidat terdepan di lini depan. Golnya ke gawang Swiss menjadi salah satu sorotan turnamen di luar kontribusi Messi. Saat ini, Barcelona tengah mengincar Álvarez dari Atlético Madrid dengan tenggat waktu hingga 31 Juli. Jika transfer terjadi, klub raksasa Katalan itu akan menjadi panggung yang lebih besar bagi penyerang berusia 26 tahun tersebut. Pada Piala Dunia 2030, Álvarez akan berusia 30 tahun, puncak karier seorang pemain. Lautaro Martínez, dengan penyelesaian akhir klinisnya, diperkirakan akan menjadi mitra di tahun-tahun transisi.

Baca juga:

Namun, masalah terbesar Argentina adalah kreativitas di lini tengah. Saat Messi beristirahat, tim kehilangan sumber ide. Nico Paz, yang hanya mendapat satu start melawan Yordania, menunjukkan visi bermain yang langka. Pemain Como itu perlu diberi menit bermain reguler mulai September mendatang. Sementara itu, Franco Mastantuono, remaja Real Madrid yang tidak dibawa ke Piala Dunia 2026 karena dianggap menempati ruang yang sama dengan Messi, kini menjadi sorotan. Pada 2030, ia akan berusia 22 tahun dan memiliki empat musim penuh di level tertinggi. Absennya Mastantuono dianggap sebagai keputusan kontroversial pelatih Lionel Scaloni.

Baca juga:

Di lini belakang, regenerasi juga mendesak. Marcos Senesi, yang baru bergabung ke Tottenham, hanya menjadi pemain pengganti cedera di Piala Dunia. Padahal, kemampuannya membangun serangan dari belakang sangat dibutuhkan. Valentín Barco, bek kiri muda, juga perlu lebih banyak kesempatan setelah minim menit bermain di turnamen. Duet Nicolás Otamendi dan Cristian Romero kemungkinan hanya bertahan satu siklus lagi.

Baca juga:

Argentina harus berani memulai transisi meskipun Messi masih ada. Jika tidak, kekalahan di final 2026 bukanlah akhir, melainkan awal dari kemunduran. Dengan talenta seperti Álvarez, Paz, Mastantuono, Senesi, Barco, dan Claudio Echeverri, masa depan Argentina sebenarnya cerah. Yang dibutuhkan hanyalah keberanian untuk membangun istana baru sebelum raja tua benar-benar turun takhta.