Media Kampung, Semifinal Piala Dunia 2026 akan menyajikan duel sengit antara Inggris dan Argentina. Pertandingan ini bukan sekadar perebutan tiket ke final, tetapi juga kelanjutan rivalitas panjang yang sarat sejarah, termasuk kenangan “Tangan Tuhan” Diego Maradona pada 1986.
Kedua tim melaju ke semifinal setelah melewati laga perempat final yang menegangkan. Inggris menyingkirkan Norwegia berkat penampilan gemilang Jude Bellingham, sementara Argentina mengalahkan Swiss lewat babak perpanjangan waktu dengan skor 3-1.
Jalan Menuju Semifinal
Argentina harus bekerja keras di perempat final melawan Swiss. Pertandingan berlangsung ketat hingga babak tambahan waktu. Kontroversi muncul saat penyerang Swiss, Breel Embolo, mendapat kartu merah setelah kartu kuning kedua karena dianggap diving. Keputusan wasit itu dikritik keras oleh pelatih Swiss, Murat Yakin, dan mantan wasit Mark Clattenburg.
Sebelumnya, Argentina juga mendapat sorotan terkait keputusan VAR saat melawan Mesir di babak 16 besar. Sebuah gol Mesir dianulir karena pelanggaran di area pertahanan Argentina, yang kemudian dimenangkan Argentina 3-2.
Sementara itu, Inggris tampil solid di perempat final. Jude Bellingham menjadi bintang kemenangan atas Norwegia dengan performa luar biasanya. Namun, internal tim Inggris disebut sedang tidak harmonis setelah manajer Thomas Tuchel mengkritik keras Bellingham. Kapten Harry Kane disebut-sebut sebagai penengah dalam situasi tersebut.
Rivalitas Sejarah
Pertemuan Inggris dan Argentina selalu menyajikan tensi tinggi. Rivalitas ini berakar dari sejarah, termasuk Perang Falklands 1982 dan kontroversi “Hand of God” Maradona. Media Inggris cenderung percaya diri, sementara media Argentina menuntut respek. Surat kabar Olé bahkan menurunkan judul “Respect the Ranks” untuk menanggapi komentar mantan pemain Inggris yang meremehkan Lionel Messi.
Lionel Messi, yang kini berusia 39 tahun, menjadi pusat perhatian. Meski tampil kurang bersinar saat melawan Swiss, ia tetap dianggap sebagai ancaman utama. Di sisi lain, Inggris mengandalkan Jude Bellingham yang sedang dalam performa terbaiknya.
Pertandingan ini diprediksi berlangsung ketat dan emosional. Kedua tim sama-sama memiliki kualitas, namun faktor psikologis dan sejarah bisa menjadi pembeda. Siapa pun yang lolos, semifinal ini sudah layak disebut sebagai salah satu laga terpanas Piala Dunia 2026.























Tinggalkan Balasan