Media Kampung, Boston — Tensi tinggi mewarnai jelang laga semifinal Piala Dunia 2026 antara Prancis dan Spanyol. Kubu Prancis menegaskan tidak terpengaruh dengan perang urat saraf (psywar) yang dilontarkan pemain Spanyol, Lamine Yamal.

Laga akbar tersebut akan digelar di Dallas Stadium pada Rabu (15/7) pukul 02.00 dini hari WIB. Menanggapi pernyataan Yamal yang menyebut Prancis harus takut kepada Spanyol, bek Prancis Ibrahima Konate angkat bicara.

Prancis Fokus pada Persiapan

“Apakah Prancis takut pada Spanyol? Tidak. Sejujurnya, kami tidak memperhatikan semua hal yang dikatakan menjelang pertandingan,” ujar Konate dikutip dari Goal.

“Kami tidak boleh takut pada siapa pun. Yang penting adalah menjaga kerendahan hati yang kami miliki sejak awal kompetisi ini dan tidak jatuh ke dalam perangkap seperti itu, terutama di saat seperti ini,” tambahnya.

Konate menegaskan bahwa timnya akan mempersiapkan pertandingan sebaik mungkin tanpa memedulikan intimidasi verbal lawan. “Dia bisa mengatakan apa pun yang dia mau. Kami akan mempersiapkan pertandingan ini sebaik mungkin, dan saya berharap, ketika ini selesai, hasilnya akan berpihak pada kami,” tegasnya.

Strategi Menghadapi Spanyol

Ketika ditanya mengenai rencana taktis untuk meredam pergerakan Yamal, Konate menjelaskan bahwa Prancis tidak akan fokus pada satu pemain saja. “Sejujurnya, kami tidak memikirkan hal itu secara spesifik. Spanyol adalah tim yang luar biasa, dengan banyak pemain tingkat tinggi.”

“Namun tujuannya bukan untuk fokus pada satu pemain saja, karena seluruh tim dapat melukai Anda. Ini bukan hanya tentang Lamine — ini tentang seluruh tim Spanyol,” urai Konate.

Pertandingan semifinal ini diprediksi berjalan sengit. Kedua tim sama-sama memiliki kualitas dan ambisi untuk melaju ke final Piala Dunia 2026.