Media Kampung, Atlanta — Bek Manchester United, Lisandro Martinez, menjadi pusat perhatian setelah penampilannya yang naik-turun dalam kemenangan dramatis Argentina atas Mesir 3-2 di babak 16 besar Piala Dunia 2026, Selasa (7/7) waktu setempat. Argentina yang tertinggal 0-2 mampu membalikkan keadaan dalam 14 menit terakhir berkat gol Cristian Romero, Lionel Messi, dan Enzo Fernandez.

Martinez, yang sebelumnya dipuji atas kontribusinya saat melawan Cape Verde, justru mendapat kritik tajam dari legenda Manchester United, Gary Neville. Neville menyebut Martinez dan rekan setimnya di lini belakang, Cristian Romero, sebagai “bek tengah terburuk terbaik di dunia” karena kerap kebobolan namun selalu mampu menebusnya dengan gol di sisi lain.

Dalam laga tersebut, Martinez mudah dikalahkan dalam duel udara saat Yasser Ibrahim mencetak gol pembuka Mesir, dan kehilangan posisi saat Mostafa Ziko menggandakan keunggulan. Namun, Martinez tetap tidak menyerah dan ikut berjuang hingga akhir, meski tidak mencetak gol seperti rekan-rekannya.

Meski demikian, Neville mengakui bahwa semangat juang Martinez dan Romero menjadi kunci kebangkitan Argentina. “Mereka tidak pernah menyerah dan terus bertarung,” ujarnya kepada ITV Sport.

Kemenangan ini membawa Argentina ke perempat final dan memperpanjang kiprah Messi di Piala Dunia. Namun, penampilan Martinez tetap menjadi catatan bagi Manchester United yang akan memulai pramusim pekan depan.