Media Kampung, Bek tim nasional Brasil dan Arsenal, Gabriel Magalhães, mendapat kritik tajam dari sejumlah pundit sepak bola Inggris setelah gagal menghentikan penyerang Norwegia, Erling Haaland, dalam laga babak 16 besar Piala Dunia 2026. Haaland mencetak dua gol yang membawa Norwegia menang 2-1 dan mengeliminasi Brasil, sekaligus mengantarkan Norwegia lolos ke perempat final untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Dalam pertandingan yang berlangsung di East Rutherford, New Jersey, pada Minggu (5/7/2026), Haaland menjadi momok bagi lini belakang Brasil. Gol pertamanya tercipta pada menit ke-79 melalui sundulan keras yang memanfaatkan umpan silang Andreas Schjelderup. Meskipun memiliki postur lebih tinggi, Gabriel Magalhães yang menjadi lawan langsung Haaland gagal mengantisipasi pergerakan pemain Manchester City tersebut.

Kritik paling pedas datang dari mantan bek Manchester United, Gary Neville, yang menjadi pundit ITV. Neville melontarkan kemarahannya secara langsung saat siaran. “Saya marah pada Gabriel. Dia tahu karakter striker itu lebih baik dari siapa pun. Dia menjaga jarak lima yard dan berlomba duel udara dengan Haaland — itu benar-benar gila!” ujar Neville.

Neville menambahkan bahwa keunggulan seorang bek seharusnya bisa memotong laju lawan, tetapi Gabriel justru memberi ruang. “Begitu Haaland mendapat momentum lari dan melompat, kamu tidak punya kesempatan. Kamu mati. Itu sundulan yang brilian,” tegasnya.

Rekan setim Neville di studio, Roy Keane dan Ian Wright, turut mengkritik. Keane menyebut pertahanan Gabriel buruk karena tidak melihat ke belakang dan membiarkan Haaland berlari bebas. “Hanya ada satu pemenang,” katanya. Wright mengaku terkejut karena Gabriel sama sekali tidak melirik Haaland saat bola melambung.

Haaland memang tampil impresif sepanjang turnamen. Pemain berusia 26 tahun itu telah mencetak tujuh gol dalam empat pertandingan, termasuk dua gol ke gawang Brasil. Sebelumnya, ia juga mencetak dua gol ke gawang Irak, dua gol ke gawang Senegal, dan satu gol penentu kemenangan atas Pantai Gading. Performa ini melanjutkan trennya di babak kualifikasi, di mana ia mencetak 16 gol dalam delapan pertandingan, menyamai rekor Robert Lewandowski.

Haaland lahir di Leeds, Inggris, saat ayahnya, Alfie Haaland, bermain di Premier League. Ia kemudian menghabiskan empat musim di Manchester City, mencetak rekor 36 gol di musim debutnya, dan meraih treble. Kini, ia menjadi ancaman serius bagi Inggris yang akan menjadi lawan Norwegia di perempat final. Manajer Inggris, Thomas Tuchel, yang pernah mencoba merekrut Haaland saat menangani Chelsea, kini harus mencari cara untuk menghentikannya.

Kritik terhadap Gabriel menambah daftar panjang rivalitas antara pemain Arsenal dan Manchester City. Sebelumnya, di level klub, Haaland dan Gabriel sudah sering berhadapan dengan hasil yang bervariasi. Namun, di panggung Piala Dunia, Haaland keluar sebagai pemenang mutlak.

Norwegia sendiri akan menghadapi Inggris pada Sabtu (11/7/2026) di Miami untuk memperebutkan tiket ke semifinal. Haaland dipastikan menjadi sorotan utama, sementara Brasil harus pulang lebih awal setelah gagal memenuhi ekspektasi sebagai juara lima kali.