Media Kampung – Gelandang Inggris Declan Rice menjadi kekhawatiran besar setelah ia menyelesaikan pertandingan melawan Republik Demokratik Kongo dalam kondisi ‘sakit yang luar biasa’. Pemain Arsenal itu terlihat tidak nyaman menjelang akhir laga dan harus ditarik keluar karena masalah punggung bawah serta nyeri saraf yang mempengaruhi hamstringnya.

Rice, yang sempat turun sebagai bek kanan di babak kedua, meminta diganti pada menit-menit akhir. Namun ia kemudian bersikeras akan fit untuk menghadapi tuan rumah bersama Meksiko pada babak 16 besar Piala Dunia 2026, Minggu (5/7/2026).

Pernyataan Thomas Tuchel

Manajer Inggris Thomas Tuchel mengungkapkan, “Saya bertanya padanya. Dia berkata: ‘Saya bisa melakukannya untuk tim tetapi saya dalam kesakitan yang luar biasa’ dan ketika Declan memberi tahu Anda bahwa dia dalam kesakitan yang luar biasa, maka Anda tahu dia tidak bisa menahannya lagi.”

Tuchel menambahkan bahwa Rice bersyukur ditarik keluar, tetapi setelah pertandingan ia mengatakan tidak ada masalah. “Tidak ada cedera, saya pikir dia akan pulih. Dia hanya kesakitan dan saya harap dia baik-baik saja. Ini lebih merupakan nyeri saraf,” ujar Tuchel.

Ketika ditanya apakah Rice bisa tampil dalam pertandingan berturut-turut, Tuchel menjawab, “Ya, dia bisa.” Namun belum pasti apakah Rice akan siap menjadi starter setelah diistirahatkan pada laga grup terakhir Inggris.

Kekhawatiran Arsenal

Kondisi ini juga menjadi sakit kepala bagi Arsenal, mengingat Rice menjalani musim yang melelahkan dengan sedikit kesempatan istirahat. Sepanjang 90 menit di Atlanta, ia terlihat lamban di lini tengah, meskipun menunjukkan keberanian dan keinginan untuk berkorban demi tim.

Inggris sebelumnya mengalahkan DR Congo 2-1 berkat dua gol Harry Kane setelah tertinggal lebih dulu melalui gol Brian Cipenga pada menit ketujuh. Kemenangan itu membawa Inggris ke babak 16 besar melawan Meksiko.

Rice juga sempat dipindahkan ke posisi bek kanan, yang menunjukkan bagaimana Tuchel menilai performa Djed Spence dalam laga tersebut. Perubahan taktis ini secara ironis membantu kebangkitan Inggris di babak kedua, namun juga menimbulkan pertanyaan tentang kemitraan Rice dengan Elliot Anderson di lini tengah.


Artikel ini telah ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Media Kampung.