Media Kampung – Pada pertandingan fase grup Piala Dunia FIFA 2026 antara Iran melawan Belgia di SoFi Stadium, Los Angeles, Mehdi Taremi hampir membawa Iran unggul dengan gol yang tercipta dari situasi bola mati. Namun, gol tersebut akhirnya dianulir oleh wasit setelah pemeriksaan teknologi VAR.
Gol tersebut bermula pada menit ke-25 saat Iran mendapatkan tendangan bebas. Kapten Iran, Ehsan Haji Safi, yang seharusnya mengeksekusi tendangan langsung dari jarak 35 yard, justru memberikan umpan terobosan cerdik kepada Mehdi Taremi yang berada di tepi kotak penalti. Taremi dengan sentuhan pertama yang apik kemudian melepaskan tembakan yang berhasil melewati kiper Belgia, Thibaut Courtois, dan masuk ke gawang.
Perayaan gol pun langsung meledak di antara para pendukung Iran yang hadir di stadion. Namun, kegembiraan itu harus terhenti setelah wasit asal Argentina, Dario Herrera, berdiskusi dengan Video Assistant Referee (VAR) dan memutuskan untuk membatalkan gol tersebut karena offside.
Menurut aturan International Football Association Board (IFAB) pasal 11.2, seorang pemain dinyatakan offside jika berada di posisi lebih dekat ke garis gawang lawan daripada bola dan pemain bertahan terakhir saat bola dimainkan oleh rekannya, dan kemudian terlibat aktif dalam permainan. Dalam kasus ini, Mehdi Taremi ditemukan berada sedikit lebih maju dari bek Belgia, Alexis Saelemaekers, saat umpan diberikan oleh Haji Safi.
Keputusan offside ini menjadi salah satu momen paling kontroversial dan banyak dibicarakan dalam pertandingan tersebut. Gol yang tampak sebagai hasil kerja tim yang brilian ini berubah menjadi kekecewaan bagi tim Iran dan para pendukungnya. Meski demikian, performa Iran yang mampu menekan tim favorit seperti Belgia tetap menunjukkan ambisi besar mereka di turnamen ini.
Dalam laga tersebut, Belgia yang menguasai bola lebih banyak tetap gagal mencetak gol berkat penampilan solid penjaga gawang Iran, Alireza Beiranvand. Sementara itu, Iran mengandalkan strategi bertahan rapat dan serangan balik cepat dengan Mehdi Taremi sebagai ujung tombak.
Keputusan VAR dan wasit yang membatalkan gol Taremi menegaskan pentingnya teknologi dalam memastikan keadilan dalam pertandingan sepak bola modern, meski terkadang menimbulkan kekecewaan karena margin offside yang sangat tipis.
Hingga babak pertama berakhir, skor tetap imbang tanpa gol, dengan tekanan tinggi dari kedua tim yang sama-sama berambisi lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan