Media Kampung – Romelu Lukaku dipastikan menjadi starter dan ujung tombak Belgia saat menghadapi Iran dalam laga kedua Grup G Piala Dunia 2026 di SoFi Stadium, Inglewood, California, pada Senin (22/6/2026) WIB. Pelatih Rudi Garcia tetap memercayakan Lukaku di lini depan dalam formasi 4-2-3-1 setelah sang striker tampil sebagai pemain pengganti dan mencetak gol penyeimbang saat melawan Egypt.
Dalam pertandingan sebelumnya, Belgia hanya bermain imbang 1-1 melawan Egypt. Lukaku masuk pada menit ke-66 dan memaksa bek Egypt, Mohamed Hany, mencetak gol bunuh diri. Hasil itu memperpanjang catatan tanpa kemenangan Belgia di Piala Dunia menjadi tiga laga. Kini, menghadapi Iran, tim berjuluk Setan Merah itu butuh kemenangan untuk menjaga peluang lolos ke babak berikutnya.
Garcia melakukan sejumlah perubahan dibanding laga sebelumnya. Jeremy Doku absen karena sakit, posisinya digantikan oleh Leandro Trossard. Alexis Saelemaekers juga mendapat tempat sebagai starter untuk menambah daya gedor. Di lini tengah, Nicolas Raskin menggantikan Amadou Onana berduet dengan Youri Tielemans yang menjadi kapten tim. Pertahanan dipercayakan kepada pasangan Nathan Ngoy dan Brandon Mechele, dengan Thomas Meunier dan Maxim De Cuyper sebagai bek sayap. Thibaut Courtois tetap menjadi penjaga gawang utama.
Berikut susunan pemain Belgia:
- Kiper: Thibaut Courtois
- Bek: Thomas Meunier, Nathan Ngoy, Brandon Mechele, Maxim De Cuyper
- Gelandang: Nicolas Raskin, Youri Tielemans (c)
- Penyerang: Alexis Saelemaekers, Kevin De Bruyne, Leandro Trossard
- Striker: Romelu Lukaku
Sementara itu, Iran turun dengan formasi 4-3-3. Pelatih Amir Ghalenoei menyiapkan pertahanan rapat untuk meredam agresivitas Belgia. Lini belakang Iran diisi oleh Saleh Hardani, Hossein Kanaanizadegan, Ali Nemati, Shoja Khalilzadeh, dan Ehsan Hajsafi. Di lini tengah, Ramin Rezaeian, Saman Ghoddos, Saeid Ezatolahi, dan Mohammad Mohebi akan mendukung transisi serangan balik. Mehdi Taremi menjadi satu-satunya penyerang yang diandalkan memimpin lini depan.
Pertandingan ini menjadi krusial bagi kedua tim yang sama-sama baru mengumpulkan satu poin setelah hasil imbang di laga pertama. Belgia yang dijagokan sebagai kuda hitam harus tampil maksimal untuk menghindari kegagalan seperti edisi sebelumnya. Dukungan penuh diberikan kepada Lukaku yang diharapkan mampu menjadi pembeda di lini depan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan