Media Kampung – Perjalanan Timnas Turki menuju Piala Dunia 2026 penuh liku dan tantangan, namun berakhir dengan hasil yang mengecewakan. Setelah melewati fase kualifikasi yang ketat di zona Eropa, Turki harus puas menjadi penggembira di putaran final setelah menelan dua kekalahan beruntun di babak penyisihan grup.

Dalam babak kualifikasi, Turki finis di posisi kedua Grup E dengan 13 poin dari enam pertandingan, kalah dari Spanyol yang melaju otomatis sebagai juara grup. Untuk memastikan tiket ke putaran final, Turki harus melewati dua laga play-off yang berat dan berhasil menyingkirkan Rumania serta Kosovo.

Sayangnya, perjuangan panjang itu tidak berlanjut mulus di Piala Dunia 2026. Turki membuka babak penyisihan grup dengan kekalahan 0-2 dari Australia, diikuti kekalahan tipis 0-1 dari Paraguay pada pertandingan kedua di San Francisco Bay Area Stadium, California. Gol cepat Matias Galarza pada menit kedua menjadi penentu kemenangan Paraguay, meskipun Turki tampil dominan dengan penguasaan bola dan menciptakan banyak peluang sepanjang pertandingan.

Kendati menguasai pertandingan, Turki gagal memaksimalkan peluang, terlihat dari catatan 32 tembakan dengan nilai expected goals (xG) 2,1 tanpa gol, yang menjadi masalah konsisten dalam penyelesaian akhir mereka sejak pertandingan pertama melawan Australia. Kekalahan ini memastikan Turki menjadi tim kedua yang dipastikan tersingkir dari fase grup, setelah Haiti.

Pelatih Vincenzo Montella menyatakan bahwa meskipun hasilnya menyakitkan, pengalaman ini menjadi modal penting untuk pertumbuhan dan pengembangan tim ke depannya. Ia meminta para pemain tetap bangga dengan komitmen dan perjuangan yang telah mereka tunjukkan di lapangan.

Kegagalan Turki di Piala Dunia 2026 memperlihatkan pola antiklimaks yang kerap dialami saat mereka tampil sebagai kandidat kuat di turnamen besar. Meski demikian, perjalanan panjang dan penuh perjuangan selama kualifikasi menunjukkan potensi yang masih bisa dikembangkan untuk masa depan sepak bola Turki.

Dengan masih menyisakan satu pertandingan menghadapi tuan rumah Amerika Serikat, kemenangan tidak lagi cukup untuk mengubah nasib Turki yang akan tetap finis di posisi juru kunci Grup D. Kini, fokus Turki adalah merefleksikan kekurangan dan menatap pembenahan demi pencapaian lebih baik di turnamen selanjutnya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.