Media Kampung – Kegiatan dengar bareng Piala Dunia 2026 yang digelar oleh RRI Malang bersama Rehabilitasi Sosial Bina Netra (RSBN) Malang mendapat sambutan hangat dari para peserta. Acara ini memberikan pengalaman unik bagi siswa tunanetra untuk menikmati pertandingan sepak bola secara bersama-sama. Salah satu peserta, Alif Riko Febrian, mengaku sangat terhibur dan senang bisa mengikuti kegiatan tersebut.

Menurut Alif, suasana kebersamaan menjadi faktor utama yang membuat acara ini terasa istimewa. “Menurut saya menyenangkan sekali. Untuk keseruannya juga seru banget karena bisa dengar bersama teman-teman,” ujar Alif, Kamis (19/6/2026). Ia juga memberikan pandangannya mengenai jalannya pertandingan yang disaksikan, termasuk penampilan tim-tim yang bertanding.

Alif menilai beberapa tim menunjukkan permainan kuat, namun ada pula yang tampak kesulitan. “Kalau menurut saya, ada pemain yang cukup kewalahan, terutama dari Uzbekistan. Tapi ada juga tim yang terlihat cukup kuat,” katanya. Terkait peluang juara Piala Dunia 2026, ia menyebut Kolombia sebagai salah satu tim yang menarik perhatian setelah meraih kemenangan dalam pertandingan yang disaksikan. “Untuk peluangnya, bisa jadi Uzbekistan atau Kolombia. Tadi pertandingan dimenangkan oleh Kolombia, jadi mereka punya peluang ke depannya,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, RRI Malang berupaya menghadirkan akses hiburan dan informasi olahraga bagi seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas netra di RSBN Malang. Acara dengar bareng ini juga menjadi ruang interaksi dan kebersamaan dalam menyambut kemeriahan Piala Dunia 2026. Dengan format audio yang inklusif, para siswa dapat merasakan atmosfer pertandingan seperti halnya penonton pada umumnya.

Kegiatan serupa diharapkan terus digelar untuk memberikan pengalaman positif bagi para penyandang disabilitas, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam menikmati ajang olahraga global.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.