Media Kampung – Timnas Inggris memulai perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Kroasia di AT&T Stadium, Dallas, pada Rabu malam waktu setempat. Pertandingan ini menjadi ujian pertama bagi skuad asuhan Thomas Tuchel, yang ditunjuk menggantikan Gareth Southgate setelah final Euro 2024. Inggris dan Kroasia sudah sering bertemu di turnamen besar, termasuk semifinal Piala Dunia 2018 yang dimenangkan Kroasia. Kini, keduanya kembali berhadapan di Grup L.

Thomas Tuchel telah mengumumkan susunan pemain yang mengejutkan banyak pihak. Jude Bellingham tetap menjadi starter, sementara Noni Madueke juga dipercaya mengisi posisi inti. Namun, keputusan Tuchel untuk tidak menurunkan Bukayo Saka, Marcus Rashford, dan Morgan Rogers sejak awal menuai sorotan. Pelatih asal Jerman itu menjelaskan bahwa pilihan tersebut didasarkan pada kebutuhan taktik dan kondisi pemain.

Sementara itu, Inggris harus kehilangan Tino Livramento yang mengalami cedera betis dan digantikan oleh Trevoh Chalobah. Chalobah dipanggil sebagai pemain pengganti dan langsung masuk dalam skuad. Di sisi lain, lini belakang Inggris masih diperkuat oleh John Stones yang dipilih menggantikan Marc Guehi di posisi bek tengah.

Dukungan suporter Inggris diperkirakan mencapai 10.000 orang di Dallas. Namun, beberapa di antaranya dilaporkan diminta untuk menurunkan bendera St George’s Cross di dalam stadion. Hal ini memicu perdebatan di kalangan penggemar. Meski demikian, tim tetap fokus pada pertandingan yang akan berlangsung di stadion ber-AC tersebut, mengingat suhu tinggi dan kelembapan di Texas.

Laga ini juga menjadi momen bagi Luka Modric yang kembali menjadi kapten Kroasia. Pemain veteran berusia 40 tahun itu diharapkan menjadi motor serangan Kroasia. Di kubu Inggris, Harry Kane dan Declan Rice menjadi andalan utama untuk mencetak gol dan mengontrol permainan. Pertandingan ini diprediksi berjalan ketat, mengingat sejarah pertemuan kedua tim yang selalu sengit.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.