Media Kampung – Momen pembentangan bendera Iran di SoFi Stadium, Los Angeles, menjadi viral di media sosial saat Piala Dunia 2026 berlangsung. Peristiwa ini terjadi di tengah sorotan dunia terhadap keikutsertaan Iran dalam turnamen sepak bola tersebut.

Aksi pembentangan bendera itu berlangsung menjelang pertandingan Iran melawan Selandia Baru pada Selasa, 16 Juni 2026, pagi WIB. Suasana di sekitar stadion tidak hanya dipenuhi antusiasme sepak bola, tetapi juga diwarnai berbagai ekspresi politik dari komunitas diaspora Iran.

Sebelum laga dimulai, ribuan warga keturunan Iran di Los Angeles dan sekitarnya menggelar aksi protes terhadap pemerintahan Iran. Mereka berkumpul di sekitar stadion sambil membawa berbagai atribut dan simbol yang mencerminkan pandangan politik masing-masing. Sebagian demonstran membawa bendera Lion and Sun atau Singa dan Matahari. Simbol tersebut merupakan bendera yang digunakan Iran sebelum Revolusi Islam 1979 dan kerap diasosiasikan dengan kelompok oposisi di luar negeri.

Di sisi lain, tidak semua warga diaspora Iran yang hadir menunjukkan sikap penolakan terhadap tim nasional. Banyak suporter tetap datang untuk memberikan dukungan kepada Team Melli dan fokus mendukung perjuangan Iran di lapangan. Kondisi tersebut menciptakan atmosfer yang unik di sekitar pertandingan. Di satu sisi terdapat kelompok yang menyuarakan kritik, sementara di sisi lain para pendukung tim nasional tetap menunjukkan kebanggaannya.

Los Angeles sendiri dikenal sebagai rumah bagi salah satu komunitas diaspora Iran terbesar di dunia. Kota tersebut telah lama menjadi pusat aktivitas budaya dan sosial warga keturunan Iran yang bermukim di Amerika Serikat.

Kehadiran bendera tersebut menjadi sorotan karena FIFA telah melarang penggunaannya di area resmi Piala Dunia 2026. Larangan itu sempat digugat oleh Institute for Voice of Liberty bersama seorang bernama Sam Kermanian melalui Pengadilan Tinggi Los Angeles County. Gugatan tersebut diajukan hanya beberapa hari sebelum pertandingan Iran melawan Selandia Baru. Penggugat meminta agar FIFA mengizinkan penggunaan bendera pra-revolusi Iran selama berlangsungnya turnamen.

Namun, dalam sidang yang digelar beberapa jam sebelum kick-off, Hakim Curtis A. Kin memutuskan larangan FIFA tetap berlaku. Pengadilan menilai penyelenggara turnamen memiliki hak untuk mengatur simbol dan atribut yang diperbolehkan masuk ke area pertandingan. Dengan keputusan tersebut, FIFA tetap berwenang melarang masuknya bendera Lion and Sun ke dalam kawasan resmi stadion. Meski demikian, simbol tersebut masih terlihat dibawa sejumlah demonstran di luar area pertandingan sebagai bentuk protes.

Besarnya populasi diaspora Iran di Los Angeles membuat pertandingan yang melibatkan Team Melli di wilayah tersebut menarik perhatian khusus. Kehadiran ribuan suporter dan demonstran menjadi gambaran beragamnya pandangan yang berkembang di kalangan masyarakat Iran di luar negeri.

Peristiwa pembentangan bendera Iran di SoFi Stadium pun menjadi salah satu momen yang banyak dibicarakan. Momen tersebut menunjukkan bagaimana sepak bola tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga ruang ekspresi identitas dan aspirasi.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.