Media Kampung – Reiss Nelson resmi meninggalkan Arsenal setelah kontraknya berakhir pada Agustus 2026, menandai berakhirnya era pemain peninggalan Arsene Wenger di klub asal London Utara tersebut. Kepergian Nelson menjadi momen penting karena ia adalah pemain terakhir yang tersisa dari masa kepelatihan Wenger di Arsenal.

Nelson, yang merupakan produk asli akademi Arsenal, memulai debutnya pada musim 2017/18, musim terakhir Arsene Wenger memimpin tim utama. Selama kariernya di Arsenal, Nelson mencatatkan total 90 penampilan di tim senior dengan kontribusi delapan gol dan sembilan assist. Namun, perjalanan kariernya di klub tidak selalu mulus, dengan sebagian besar waktu dihabiskan sebagai pemain cadangan serta beberapa kali menjalani masa peminjaman ke klub lain seperti Hoffenheim, Feyenoord, Fulham, dan Brentford.

Baca juga:

Penampilan terakhir Nelson bersama Arsenal terjadi pada musim 2024/25, di mana ia hanya bermain satu kali sebelum kembali dipinjamkan ke Fulham. Keputusan mengakhiri kontrak Nelson secara bersama-sama membuat sang pemain hengkang dengan status bebas transfer.

Selain kepergian Nelson, Arsenal juga sedang mengalami perubahan signifikan di bursa transfer musim panas 2026. Klub telah menghabiskan sekitar £200 juta untuk memperkuat skuad, termasuk pembelian permanen Piero Hincapie, kedatangan Illan Meslier, Christos Tzolis, Bruno Guimaraes, dan Ezri Konsa.

Baca juga:

Sementara itu, Arsenal juga menyiapkan rekor transfer keluar setelah kesepakatan hampir final untuk menjual Gabriel Martinelli ke klub Saudi, Al-Hilal, dengan nilai sekitar £55 juta, yang akan menjadi rekor penjualan tertinggi klub dan mengalahkan rekor sebelumnya dari penjualan Alex Oxlade-Chamberlain pada 2017.

Di sisi lain, Arsenal tengah berusaha mengejar transfer Julian Alvarez dari Atletico Madrid menjelang penutupan bursa transfer. Namun, peluang kedatangan Alvarez dinilai rendah setelah sang pemain menyatakan ketidakinginan untuk bergabung dengan Arsenal.

Baca juga:

Kepergian Reiss Nelson menandai babak baru bagi Arsenal yang tengah melakukan perombakan skuad pasca-juara Liga Primer Inggris musim lalu. Bagi Nelson, langkah ini membuka peluang baru di klub lain, sementara Arsenal fokus membangun tim yang lebih kompetitif untuk musim depan.