Media Kampung – Pep Guardiola, meski telah meninggalkan kursi pelatih Manchester City, masih memberikan pengaruh terhadap kebijakan klub. Melalui perannya sebagai duta global City Football Group (CFG), Guardiola menyampaikan pesan penting kepada manajemen City terkait strategi rekrutmen pemain muda, terutama menjelang kemungkinan kedatangan gelandang Lille, Ayyoub Bouaddi.
Dalam wawancara dengan OKX, Guardiola mengingatkan bahwa memiliki skuad muda bukan jaminan kesuksesan jangka panjang. Ia mencontohkan kasus Cole Palmer, yang dijual ke Chelsea setelah hanya mendapat 14 penampilan Premier League di musim penuh terakhirnya bersama City. Palmer langsung bersinar di Chelsea, menunjukkan bahwa pemain muda bisa frustrasi jika tidak mendapat menit bermain yang cukup.
“Saya sering berbicara dengan direktur olahraga Man City, Txiki Begiristain dan Hugo Viana, dan berkata: ‘Sekarang kita punya tim muda untuk tiga atau empat tahun ke depan.’ Itu tidak benar. Anda tidak tahu mengapa, tetapi itu tidak berhasil,” ujar Guardiola.
Ia menambahkan, “Banyak pemain muda tidak bermain dan berkata: ‘Saya ingin pergi. Saya di sini di Manchester yang dingin, tidak bermain, saya ingin pergi.’ Dan Anda harus mengganti mereka. Tugas besar adalah bagaimana klub, organisasi, direktur olahraga, manajer, CEO, hierarki merekrut pemain yang tepat – semua orang membuat kesalahan, tetapi buatlah sesedikit mungkin. Itulah poin kuncinya.”
Pesan untuk Enzo Maresca
Pesan Guardiola ini relevan dengan situasi City saat ini yang tengah bersiap menyambut era baru di bawah pelatih anyar Enzo Maresca, mantan asisten Guardiola sendiri. Maresca dihadapkan pada tantangan mengelola ekspektasi pemain muda, terutama jika City jadi mendatangkan Bouaddi yang masih berusia 19 tahun.
City disebut-sebut tertarik pada Bouaddi setelah kepergian Guardiola. Namun, Guardiola mengingatkan bahwa merekrut pemain muda saja tidak cukup; klub harus memastikan mereka mendapat kesempatan bermain yang memadai agar tidak mengulangi nasib Palmer.
Dampak bagi Rencana Transfer City
Pesan Guardiola ini bisa mempengaruhi keputusan City dalam merekrut Bouaddi. Jika City tidak bisa menjamin menit bermain yang cukup, mereka mungkin akan berpikir ulang atau mencari pemain yang lebih siap bermain. Di sisi lain, Maresca mungkin perlu merancang rotasi skuad yang lebih baik untuk mengakomodasi talenta muda tanpa mengorbankan hasil.
Dengan Guardiola yang tetap terlibat melalui peran ambassadorial, pengaruhnya terhadap arah klub masih terasa, meski ia tidak lagi terlibat langsung dalam keputusan sehari-hari.















Tinggalkan Balasan