Daftar Isi
Media Kampung, BolaSkor.com — Sejak Piala Dunia pertama digelar pada 1930, hanya dua pemain yang berhasil meraih Sepatu Emas sekaligus membawa negaranya menjadi juara dunia: Mario Kempes (Argentina 1978) dan Ronaldo (Brasil 2002). Statistik ini menunjukkan bahwa menjadi pencetak gol terbanyak tidak selalu berujung pada gelar juara.
Fenomena paradoks ini terlihat jelas dalam sejarah 22 edisi Piala Dunia. Enam kali peraih Sepatu Emas harus puas menjadi runner-up, sembilan kali finis di peringkat ketiga, dan sisanya gagal melaju jauh. Kisah paling anyar terjadi pada Piala Dunia 2022, ketika Kylian Mbappe mencetak hat-trick di final namun Prancis kalah dari Argentina melalui adu penalti.
Hanya Dua Pemain yang Sukses Ganda
Mario Kempes menjadi yang pertama pada 1978. Ia mencetak enam gol sepanjang turnamen, termasuk dua gol di final melawan Belanda. Ronaldo menyusul pada 2002 dengan delapan gol, dua di antaranya dicetak di final melawan Jerman. Keduanya adalah pengecualian langka dalam sejarah Piala Dunia.
Pengecualian Unik 1962
Pada Piala Dunia 1962, enam pemain berbagi status sebagai pencetak gol terbanyak dengan masing-masing empat gol. Dari enam nama tersebut, dua di antaranya berasal dari tim juara Brasil, yaitu Garrincha dan Vava. Namun secara umum, kisah sukses seperti itu sangat jarang terjadi.
Daftar Peraih Sepatu Emas Piala Dunia
- 1930: Guillermo Stabile (Argentina) — runner-up
- 1934: Oldrich Nejedly (Cekoslowakia) — runner-up
- 1938: Leonidas (Brasil) — peringkat ketiga
- 1950: Ademir de Menezes (Brasil) — runner-up
- 1954: Sandor Kocsis (Hungaria) — runner-up
- 1958: Just Fontaine (Prancis) — peringkat ketiga
- 1962: Florian Albert (Hungaria), Garrincha, Vava (Brasil), Valentin Ivanov (Uni Soviet), Drazen Jerkovic (Yugoslavia), Leonel Sanchez (Chile) — Brasil juara
- 1966: Eusebio (Portugal) — peringkat ketiga
- 1970: Gerd Muller (Jerman Barat) — peringkat ketiga
- 1974: Grzegorz Lato (Polandia) — peringkat ketiga
- 1978: Mario Kempes (Argentina) — juara
- 1982: Paolo Rossi (Italia) — juara
- 1986: Gary Lineker (Inggris) — peringkat keempat
- 1990: Toto Schillaci (Italia) — peringkat ketiga
- 1994: Oleg Salenko (Rusia) — fase grup; Hristo Stoichkov (Bulgaria) — peringkat keempat
- 1998: Davor Suker (Kroasia) — peringkat ketiga
- 2002: Ronaldo (Brasil) — juara
- 2006: Miroslav Klose (Jerman) — peringkat ketiga
- 2010: Thomas Muller (Jerman), Wesley Sneijder (Belanda), David Villa (Spanyol) — Spanyol juara
- 2014: James Rodriguez (Kolombia) — perempatfinal
- 2018: Harry Kane (Inggris) — peringkat keempat
- 2022: Kylian Mbappe (Prancis) — runner-up
Tim dengan Gol Terbanyak Juga Tak Selalu Juara
Fenomena serupa juga terjadi pada level tim. Dari 22 edisi Piala Dunia, hanya sembilan kali tim dengan jumlah gol terbanyak berhasil sekaligus menjadi juara dunia. Salah satunya pada 1978 ketika Argentina dan Belanda sama-sama mengoleksi 15 gol sepanjang turnamen, dan Argentina keluar sebagai juara.
Pada Piala Dunia 2026, Lionel Messi berpeluang menjadi pemain ketiga yang meraih Sepatu Emas sekaligus trofi juara. Namun sejarah menunjukkan bahwa jalan menuju gelar juara tidak hanya ditentukan oleh ketajaman lini depan, melainkan juga organisasi pertahanan, efektivitas taktik, dan faktor keberuntungan.























Tinggalkan Balasan