Media Kampung, Manchester United ikut dalam perburuan gelandang muda Maroko, Ayyoub Bouaddi, yang tampil impresif di Piala Dunia 2026. Pemain berusia 18 tahun itu menjadi sorotan setelah menunjukkan performa matang bersama Timnas Maroko yang kini melaju hingga perempat final.

Bouaddi bermain sebagai gelandang bertahan yang melapis lini belakang, merebut bola dari penguasaan lawan, dan menutup area sisi kanan pertahanan saat Achraf Hakimi naik membantu serangan. Kemampuannya membuat sejumlah klub besar seperti Arsenal, Manchester City, dan Liverpool juga meminatinya.

Lille, klub Ligue 1 tempat Bouaddi bermain, terbuka untuk menjualnya. Namun, pemilik Lille Olivier Letang memberikan indikasi bahwa sang pemain tidak akan dilepas dengan harga murah. "Ketika saya melihat Anderson pindah ke Manchester City dengan harga 116 juta poundsterling dan Tonali ke Tottenham dengan harga 100 juta poundsterling, dan mereka tidak memiliki potensi pengembangan seperti yang dimiliki Ayyoub karena dia memiliki kualitas yang unik," ujar Letang. "Saya sudah menetapkan harga, dan kita lihat saja apa yang akan terjadi."

Sementara itu, Bouaddi memilih fokus pada Piala Dunia 2026. "Untuk saat ini saya hanya fokus pada Piala Dunia, saya belum bisa menjawab pertanyaan ini sekarang," kata Bouaddi. "Saya sangat senang mengetahui bahwa beberapa klub tertarik pada saya, tetapi untuk saat ini saya di sini fokus pada Piala Dunia bersama Maroko dan kami akan mencoba memberikan yang terbaik."

Manchester United sebelumnya kehilangan beberapa target gelandang seperti Mateus Fernandes yang bergabung ke Tottenham Hotspur dan Sandro Tonali yang pindah ke Tottenham. Setelah hanya merekrut Ederson dari Atalanta, United masih memburu gelandang lain seperti Aurelien Tchouameni (Real Madrid) dan Alex Scott (Bournemouth).