Media Kampung – Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, menegaskan bahwa League Cup berbeda dengan Piala Indonesia. Pernyataan ini disampaikan untuk mengklarifikasi anggapan sebagian publik yang menyamakan kedua kompetisi tersebut. Piala Indonesia sebelumnya berada di bawah naungan PSSI, sedangkan League Cup sepenuhnya dikelola oleh I.League sebagai kompetisi pendamping Super League dan kasta kedua Championship.
League Cup telah disosialisasikan kepada klub-klub peserta. Asep Saputra mengungkapkan bahwa turnamen ini rencananya akan berlangsung sekitar Oktober atau November dan akan masuk dalam kalender kompetisi resmi. “Rencananya turnamen ini akan berlangsung sekitar Oktober atau November dan nantinya akan masuk dalam kalender kompetisi resmi,” ujar Asep dikutip dari BolaSkor.
Kompetisi serupa sebelumnya hadir dengan nama Piala Indonesia yang terakhir digelar pada musim 2018-2019 dan dimenangkan oleh PSM Makassar. Namun, League Cup memiliki konsep dan regulasi yang berbeda, terutama terkait jumlah pemain asing yang akan dibatasi. “Ada beberapa regulasi yang tentu berbeda dengan Super League. Misalnya terkait pemain asing, jumlah yang dimainkan tidak akan sama seperti di kompetisi liga,” kata Asep.
Persiapan League Cup telah dimulai sejak tahun lalu. Banyak aspek yang perlu disiapkan, mulai dari teknis pertandingan, penyesuaian jadwal, pendanaan, hingga aspek komersial. “Kami sudah mempersiapkan ini sejak tahun lalu. Pelaksanaannya membutuhkan banyak persiapan, baik dari sisi teknis, operasional, maupun komersial. Karena itu, kami juga berdiskusi cukup mendalam dengan klub-klub terkait format dan regulasinya,” tambah Asep.
Meski detail regulasi pemain asing belum diumumkan secara resmi, Asep memastikan bahwa aturan tersebut akan berbeda dengan Super League. “Tapi, detailnya nanti akan kami sampaikan setelah semuanya benar-benar final. Kami ingin memastikan semuanya sudah clear terlebih dahulu. Setelah itu baru akan kami sampaikan secara lebih lengkap kepada publik,” tegasnya.
Dengan hadirnya League Cup, I.League berharap dapat memberikan kompetisi tambahan yang berkualitas bagi klub-klub Indonesia, sekaligus menjadi ajang pengembangan pemain dan peningkatan daya tarik sepak bola nasional.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan