Media Kampung – Omar Artan, wasit asal Somalia yang sebelumnya ditolak masuk Amerika Serikat untuk bertugas di Piala Dunia 2026, kini mencetak sejarah sebagai wasit Afrika pertama yang memimpin pertandingan Piala Super Eropa. Ia ditunjuk UEFA untuk memimpin laga antara Paris Saint-Germain (PSG) melawan Aston Villa pada edisi 2026.
Penunjukan ini diumumkan UEFA hanya beberapa hari setelah Artan gagal bertugas di Piala Dunia 2026 karena ditolak masuk ke Amerika Serikat. Ia tiba di Bandara Internasional Miami namun dianggap tidak memenuhi syarat oleh Departemen Luar Negeri AS karena diduga memiliki keterkaitan dengan anggota organisasi teroris. FIFA kemudian mengonfirmasi bahwa Artan tidak lagi menjadi bagian turnamen tersebut.
Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, memberikan pujian tinggi kepada Artan dalam pernyataan resmi. “Omar Artan adalah wasit muda yang luar biasa namun sudah berpengalaman, yang telah mencapai level kompetisi tertinggi di Konfederasi Sepak Bola Afrika,” ujar Ceferin. Ia menambahkan bahwa sepak bola diciptakan untuk menghubungkan manusia, dan UEFA ingin menunjukkan rasa hormat kepada Omar serta kemampuan perwasitannya yang luar biasa.
UEFA menjelaskan bahwa penunjukan Artan dilakukan setelah berdiskusi dengan Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF). Menurut UEFA, langkah ini juga menjadi bagian dari kerja sama yang terus diperkuat antara kedua organisasi dalam mengembangkan sepak bola internasional dan mempromosikan nilai-nilai persatuan, kesetaraan, dan non-diskriminasi.
Presiden CAF, Patrice Motsepe, turut menyambut baik keputusan tersebut. Ia menilai Artan telah menjadi kebanggaan tidak hanya bagi Somalia, tetapi juga seluruh Afrika. “Omar Artan telah membuat Somalia dan seluruh rakyat benua Afrika sangat bangga,” kata Motsepe. Menurutnya, penghargaan Wasit Terbaik CAF 2025 yang diraih Artan, ditambah penunjukannya sebagai wasit Piala Dunia 2026, merupakan bukti kualitas dan reputasi internasional sang pengadil.
Motsepe menambahkan bahwa penunjukan Artan sebagai wasit Piala Super UEFA adalah kehormatan besar bagi dirinya dan bagi wasit Afrika. Ini juga menjadi contoh yang sangat baik tentang bagaimana sepak bola dapat menyatukan orang-orang dari Afrika, Eropa, dan seluruh dunia.
Kisah Artan menjadi sorotan setelah kegagalannya memasuki Amerika Serikat menjelang Piala Dunia 2026. Meskipun mengalami penolakan tersebut, ia kini mendapat kesempatan emas untuk memimpin salah satu pertandingan paling bergengsi di kalender sepak bola Eropa.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan