Media Kampung – Menanti Kick Off Piala Dunia 2026, dunia sepak bola akan menyaksikan keunggulan bola resmi bernama TRIONDA yang dilengkapi teknologi sensor canggih. Bola ini dirancang untuk mendukung sistem VAR dalam mengambil keputusan lebih akurat, terutama dalam menganalisis offside, handball, dan insiden penting lainnya.
TRIONDA merupakan gabungan dari kata “TRI” yang berarti tiga dan “ONDA” dari bahasa Spanyol yang berarti gelombang. Nama ini merepresentasikan tiga negara tuan rumah Piala Dunia 2026: Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat. Sementara “gelombang” melambangkan energi dan keterhubungan antarketiga negara melalui turnamen terbesar di dunia.
Presiden FIFA Gianni Infantino mengungkapkan kebanggaannya saat memperkenalkan TRIONDA. Ia menyebut bola ini sangat indah dan merupakan hasil karya Adidas yang mewujudkan persatuan serta semangat negara tuan rumah. Infantino juga menyatakan tidak sabar melihat bola ini bergulir di lapangan hijau, dimulai dari pertandingan pembuka Grup A antara Meksiko vs Afrika Selatan di Estadio Azteca, Mexico City, pada 11 Juni 2026.
TRIONDA memiliki sejumlah keunggulan teknis. Pertama, desain empat panel baru dengan jahitan lebih dalam menghasilkan distribusi hambatan udara yang lebih merata, sehingga bola lebih stabil saat melayang. Kedua, permukaan bola dilengkapi tekstur dan ikon timbul untuk meningkatkan cengkeraman, terutama di kondisi lapangan basah. Ketiga, aerodinamika yang lebih konsisten berkat geometri panel dan struktur permukaan yang dikembangkan Adidas, mengurangi efek gerakan tak terduga seperti yang pernah terjadi pada bola Jabulani di Piala Dunia 2010.
Keunggulan terbesar TRIONDA adalah keberadaan sensor elektronik atau chip yang tertanam di dalam bola. Chip ini merupakan Inertial Measurement Unit (IMU) yang bekerja pada frekuensi sekitar 500 Hz, mampu mengirim data gerakan bola 500 kali per detik. Sensor ini memantau percepatan, arah gerak, putaran, dan momen ketika pemain menyentuh bola. Data kemudian dikirim secara real-time ke ruang operasi VAR.
Cara kerjanya, sensor IMU yang terintegrasi dalam bola menangkap data 500 kali per detik, melacak akselerasi dan pergerakan granular dalam tiga dimensi. Informasi ini digabungkan dengan data pelacakan pemain dari kamera stadion untuk membantu VAR menentukan titik kontak bola secara presisi. Teknologi ini mendukung sistem offside semi-otomatis, mempercepat dan meningkatkan akurasi keputusan offside, serta membantu menganalisis insiden handball atau penalti.
Sebelum digunakan, serangkaian uji coba stadion dilakukan antara 2020 dan 2022 untuk memastikan keakuratan data dan integrasi dengan VAR. Tim Inovasi FIFA menjalankan tes dan protokol ketat dengan semua penyedia teknologi untuk memastikan bola berfungsi optimal dan memfasilitasi keputusan wasit yang lebih akurat selama pertandingan.
Fungsi chip dalam bola TRIONDA antara lain: menentukan titik sentuhan bola secara presisi untuk membantu keputusan offside, mendukung teknologi semi-automated offside, membantu identifikasi handball, menyediakan data real-time untuk VAR, dan mendukung analisis pertandingan seperti kecepatan tembakan serta lintasan bola. Chip ini bukan alat untuk menentukan gol secara langsung, melainkan sensor gerak berkecepatan tinggi yang merekam setiap sentuhan dan pergerakan bola. Data tersebut dipadukan dengan kamera pelacak pemain untuk mempercepat keputusan offside, memverifikasi handball, dan meningkatkan akurasi pengambilan keputusan wasit sepanjang Piala Dunia 2026.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan