Media Kampung – Trofi Piala Dunia FIFA adalah simbol prestisius dalam dunia sepak bola yang tidak hanya menyimpan nilai kemenangan, tetapi juga cerita penuh kejadian dramatis sepanjang sejarahnya. Trofi yang awalnya diperkenalkan pada 1930 ini pernah mengalami peristiwa pencurian dan penyembunyian demi menjaga keamanannya selama masa sulit seperti Perang Dunia II.
Piala Dunia pertama digagas oleh Presiden FIFA saat itu, Jules Rimet, yang namanya akhirnya diabadikan pada trofi tersebut menjadi Jules Rimet Trophy. Trofi ini dirancang oleh pematung Prancis, Abel Lafleur, dengan bentuk sosok Nike, dewi kemenangan dalam mitologi Yunani, yang mengangkat piala. Terbuat dari perak sterling berlapis emas dan alas batu lapis lazuli, trofi ini pertama kali diraih oleh Uruguay pada turnamen perdana di 1930.
Selama Perang Dunia II, trofi ini sempat berada dalam bahaya saat Italia berada di bawah ancaman Nazi. Ottorino Barassi, seorang pejabat sepak bola Italia, menyembunyikan trofi tersebut di sebuah kotak sepatu di bawah tempat tidurnya di Roma untuk menghindari penjarahan oleh pasukan Nazi.
Insiden pencurian mencolok lainnya terjadi pada Piala Dunia 1966 di Inggris. Saat itu, trofi Jules Rimet dicuri saat dipamerkan kepada publik dan menimbulkan kegemparan di dunia sepak bola. Beruntung, trofi ditemukan kembali oleh seekor anjing bernama Pickles yang menemukan piala itu terbungkus koran di bawah pagar taman di London Selatan.
Brasil berhak menyimpan trofi secara permanen setelah menjadi negara pertama yang memenangkan Piala Dunia sebanyak tiga kali. Namun, pada 1983, trofi legendaris itu kembali dicuri dari kantor Federasi Sepak Bola Brasil di Rio de Janeiro. Kali ini, trofi tidak pernah ditemukan lagi dan diyakini telah dilebur oleh pencuri.
Setelah kehilangan trofi Jules Rimet, FIFA memperkenalkan desain baru yang kini dikenal sebagai trofi Piala Dunia modern. Dirancang oleh seniman Italia Silvio Gazzaniga, trofi ini memiliki tinggi 36 sentimeter dan terbuat dari emas 18 karat. Bentuknya menggambarkan dua figur manusia yang mengangkat bumi, melambangkan semangat persatuan sepak bola di seluruh dunia.
Timnas Jerman Barat menjadi yang pertama mengangkat trofi baru ini pada Piala Dunia 1974. Sejak saat itu, banyak negara besar seperti Argentina, Brasil, Italia, Prancis, dan Spanyol yang berhasil meraih trofi tersebut. FIFA memastikan bahwa trofi asli hanya dipinjamkan kepada juara selama seremoni, sementara replika berlapis emas diberikan sebagai kenang-kenangan.
Salah satu replika resmi bahkan pernah diberikan kepada Nelson Mandela sebelum Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, menjadikannya satu-satunya individu yang menerima replika resmi tersebut. Trofi Piala Dunia kini tetap menjadi simbol tertinggi dalam sepak bola internasional, dengan momen kapten tim mengangkat piala emas menjadi salah satu gambar paling ikonik dalam sejarah olahraga dunia.
Sejarah panjang trofi Piala Dunia FIFA mengajarkan bahwa di balik kemegahan dan prestise, ada berbagai kisah yang memperkaya nilai simbol tersebut, mulai dari penyelamatan saat perang, pencurian yang mengejutkan, hingga pembaruan desain yang menggambarkan persatuan dunia sepak bola.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan