Media Kampung – Chelsea dipastikan absen dari kompetisi Eropa musim depan setelah menelan kekalahan 1-2 dari Sunderland dalam pertandingan terakhir Liga Premier Inggris musim 2025/2026 di Stadium of Light, Minggu (24/5) malam waktu setempat.
Dalam laga yang berlangsung sengit, Sunderland berhasil membuka keunggulan pada menit ke-25 melalui Trai Hume yang memanfaatkan umpan panjang dan kesalahan lini belakang Chelsea. Keunggulan tuan rumah bertambah pada menit ke-50 lewat gol bunuh diri bek Chelsea, Malo Gusto, yang ceroboh menghalau bola hingga berbuah gol untuk Sunderland. Chelsea sempat memperkecil ketertinggalan lewat Cole Palmer pada menit ke-56, namun usaha The Blues untuk mengejar ketertinggalan semakin berat setelah Wesley Fofana menerima kartu kuning kedua dan diusir dari lapangan pada menit ke-62.
Kekalahan ini membuat Chelsea menutup musim di peringkat ke-10 dengan 52 poin, gagal memenuhi target lolos ke kompetisi Eropa. Sementara itu, Sunderland finis di peringkat ketujuh dengan 54 poin dan berhasil meraih tiket ke Liga Europa musim depan, sebuah pencapaian bersejarah bagi klub setelah 53 tahun absen dari panggung Eropa.
Pelatih interim Chelsea, Calum McFarlane, menyatakan kekecewaannya atas hasil tersebut. “Kami sangat terpukul,” ujarnya kepada BBC di ruang konferensi pers yang dipenuhi suara perayaan dari kubu Sunderland. Kekalahan ini juga menandai berakhirnya masa tugas McFarlane sebagai pelatih sementara.
Sejak awal pertandingan, Chelsea mencoba menekan namun gagal memaksimalkan peluang. Cole Palmer beberapa kali mengancam gawang Sunderland, namun penyelesaian akhir yang kurang akurat dan kesalahan individu membuat peluang Chelsea sirna. Sunderland tampil efektif dengan memanfaatkan kesalahan lawan dan menjaga pertahanan dengan solid hingga akhir pertandingan.
Absennya Chelsea dari kompetisi Eropa menjadi pukulan besar bagi klub asal London Barat tersebut. Selain gagal menembus zona Liga Europa atau Liga Konferensi, Chelsea juga menutup musim tanpa gelar setelah kalah di final Piala FA dari Manchester City. Situasi ini mengakhiri masa kepemimpinan manajer interim dan membuka babak baru di bawah pelatih baru yang akan datang.
Dengan hasil ini, kompetisi Eropa musim depan akan berlangsung tanpa kehadiran Chelsea, sementara Sunderland akan menjalani peran sebagai wakil Inggris di Liga Europa. Keberhasilan Sunderland menjadi sorotan utama karena mampu mengakhiri penantian panjang mereka untuk kembali ke panggung internasional setelah lebih dari lima dekade.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan