Media Kampung – Persebaya Surabaya bersiap menghadapi laga terakhir mereka di pekan ke-34 Super League 2025/2026 dengan menjamu Persik Kediri dalam derbi Jawa Timur yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (23/5) pukul 16.00 WIB. Meskipun tim asuhan Bernardo Tavares tengah dalam tren positif usai kemenangan besar atas Semen Padang, pelatih asal Portugal itu menegaskan pentingnya menjaga fokus dan kewaspadaan menghadapi Persik yang kerap menyulitkan Persebaya dalam beberapa pertemuan terakhir.
Bernardo Tavares mengingatkan bahwa euforia kemenangan besar dapat menjadi jebakan yang membuat performa tim menurun. “Pertandingan melawan Persik tidak mudah, terutama setelah hasil bagus sebelumnya. Dari tujuh pertemuan terakhir, Persebaya hanya menang dua atau tiga kali, jadi Persik memiliki catatan bagus melawan kami,” ujarnya dalam konferensi pers di Surabaya. Ia juga menekankan pentingnya kestabilan mental dan disiplin tinggi pemain selama pertandingan, khususnya dalam transisi bertahan dan kecepatan reaksi saat kehilangan bola.
Persik Kediri saat ini menempati posisi ke-12 klasemen dengan 39 poin, berusaha bangkit setelah kekalahan 1-3 dari Persija Jakarta pekan lalu. Kelemahan di lini pertahanan menjadi pekerjaan rumah bagi pelatih Marcos Reina, apalagi striker andalan Jose Enrique absen karena akumulasi kartu kuning. Rodrigo Dias menjadi opsi utama untuk menggantikan peran striker asal Spanyol tersebut, meskipun ia belum menunjukkan konsistensi ketajaman di musim ini.
Di sisi lain, Persebaya yang mengantongi 55 poin berada di posisi keempat dan bertekad mempertahankan posisinya untuk mengakhiri musim dengan hasil positif. Pelatih Tavares mengharapkan dukungan penuh dari Bonek dan Bonita, dua kelompok suporter fanatik Persebaya, untuk memberikan semangat tambahan di tribun. “Dukungan mereka sangat penting agar pemain tetap termotivasi dan fokus sepanjang pertandingan,” tambah Tavares.
Selain aspek teknis, suasana pertandingan diprediksi berlangsung ramai dan meriah karena kedua kelompok suporter, Bonek dan Persikmania, akan berkumpul untuk menyaksikan pertemuan yang juga menjadi ajang silaturahmi antarpendukung. Pada putaran pertama, pertandingan di Gresik tidak dihadiri penonton sehingga kesempatan kali ini digunakan untuk mempererat tali persaudaraan antarpendukung.
Persebaya diperkirakan akan menurunkan skuad andalan dengan formasi 4-3-3 yang mengandalkan trio lini depan Bruno Moreira, Mihailo Perovic, dan Riyan Ardiansyah. Sementara Persik akan mengandalkan kecepatan transisi serangan balik untuk mengimbangi agresivitas tuan rumah. Pelatih Tavares juga mengindikasikan peluang bagi beberapa pemain yang jarang tampil untuk mendapatkan kesempatan di laga pamungkas ini.
Dengan tekanan dan gengsi derbi yang tinggi, pertandingan ini menjadi tantangan tersendiri bagi kedua tim untuk menutup musim dengan hasil yang memuaskan. Persebaya berambisi mengamankan tiga poin demi mempertahankan posisi empat besar, sedangkan Persik ingin menutup kompetisi dengan catatan positif meski berada di papan tengah klasemen. Laga ini akan menjadi puncak persaingan dan penutup musim kompetisi Super League 2025/2026 di wilayah Jawa Timur.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan