Media Kampung – Xabi Alonso mencatat persentase kemenangan tertinggi dalam sejarah pelatih Real Madrid, mengungguli Zinedine Zidane dan Carlo Ancelotti dengan 71% selama masa yang singkatnya.
Alonso menjabat sebagai pelatih utama sejak Juni 2024 dan mengakhiri masa tugasnya pada Januari 2026, memimpin tim dalam 45 pertandingan resmi dan meraih 32 kemenangan, 9 hasil seri, serta 4 kekalahan.
Persentase 71% yang dicapai Alonso melampaui 70% Ancelotti yang melatih klub antara 2013-2015, serta 62% Zidane yang memimpin Real dalam dua periode berbeda.
Meskipun statistiknya mengesankan, masa singkatnya tidak memberi kesempatan untuk membangun proyek jangka panjang, terutama setelah kegagalan di final Supercopa Spanyol melawan Barcelona pada Januari 2026.
Sebelum kepergian, Real Madrid masih berada empat poin di atas pesaing terdekat di La Liga, serta masih aktif di Copa del Rey dan Liga Champions, menunjukkan performa kompetitif meski belum mencapai puncak.
“Saya merasa belum berhasil membangun koneksi yang kuat dengan ruang ganti,” ujar Xabi Alonso dalam konferensi pers pasca kekalahan, menekankan pentingnya hubungan interpersonal dalam tim yang dipenuhi bintang.
Manajemen klub menilai bahwa kegagalan menciptakan sinergi antara pelatih dan pemain senior menjadi faktor utama, selain tekanan ekspektasi tinggi dari suporter dan sponsor.
Beberapa pengamat menilai keputusan klub memberi ruang lebih banyak kepada pemain senior dalam taktik dan susunan tim, sehingga otoritas pelatih menjadi teredukasi.
Secara statistik, tingkat kemenangan 71% menempatkan Alonso di puncak daftar pelatih Real Madrid sejak era profesional, sebuah prestasi yang belum terulang meski dengan periode kepemimpinan lebih lama.
Real Madrid secara historis menuntut gelar domestik dan internasional setiap musim, sehingga keberhasilan statistik saja tidak cukup untuk menjustifikasi kelangsungan kepemimpinan.
Setelah pengunduran diri Alonso, klub menunjuk asisten pelatih sebagai interim manager sementara mencari pengganti permanen menjelang fase akhir Liga Champions.
Tim kini fokus pada pertempuran di La Liga, dengan target mempertahankan posisi atas klasemen dan memperbaiki performa di kompetisi Eropa pada sisa musim ini.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan