Media Kampung – Pelatih interim Real Madrid, Alvaro Arbeloa, memberikan respons keras terhadap pernyataan Kylian Mbappe yang menyebut dirinya sebagai penyerang keempat di lini serang Real Madrid. Pernyataan Mbappe ini muncul setelah laga melawan Real Oviedo pada Jumat, 15 Mei 2026, yang berakhir dengan kemenangan 2-0 untuk Madrid.

Dalam pertandingan tersebut, Mbappe masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-68 menggantikan Gonzalo Garcia. Meski hanya bermain kurang dari 30 menit, Mbappe menyatakan kecewa karena dianggap sebagai pilihan keempat di lini depan setelah Gonzalo Garcia, Vinicius Junior, dan Franco Mastantuono. “Saya tidak diturunkan karena pelatih mengatakan bahwa saya adalah penyerang pilihan keempat dalam skuad malam itu,” ujar Mbappe kepada media, yang kemudian menyebar luas.

Menanggapi klaim tersebut, Arbeloa menegaskan bahwa Mbappe salah paham atas ucapannya. Pelatih berusia 43 tahun ini justru merasa beruntung jika benar memiliki empat penyerang berkualitas seperti yang diungkapkan Mbappe. “Saya berharap saya punya empat striker. Saya tidak tahu harus berkata apa. Saya tidak punya empat striker, dan saya tidak mengatakan itu,” kata Arbeloa dalam konferensi pers pasca laga.

Lebih lanjut, Arbeloa menegaskan bahwa keputusan siapa yang dimainkan sepenuhnya ada di tangannya sebagai pelatih. Ia juga menyebut Mbappe tidak seharusnya mengeluhkan posisi sebagai pemain pengganti karena itu adalah keputusan pelatih demi strategi tim. “Jika saya tidak memainkannya, dia tidak bisa bermain. Saya yang memutuskan, saya pelatihnya,” tegas Arbeloa. Ia juga menjelaskan bahwa pertandingan melawan Real Oviedo bukan laga yang menentukan sehingga tidak perlu menurunkan Mbappe sebagai starter.

Selain Mbappe, Arbeloa menyebut beberapa pemain lain juga pernah mengeluhkan waktu bermain mereka, namun memilih untuk tidak mempublikasikannya. Arbeloa mengaku tak terlalu peduli dengan komentar publik terkait pemilihan pemain dan berfokus pada kepentingan klub selama masa tugasnya sebagai pelatih interim Real Madrid.

Situasi ini menunjukkan dinamika dan tekanan yang terjadi dalam skuad Real Madrid, terutama di saat pergantian pelatih sementara. Arbeloa bertekad menjalankan perannya dengan profesional dan menjaga stabilitas tim hingga manajemen klub menentukan pelatih tetap berikutnya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.