Media Kampung – Dinamika menarik berlangsung di US Open 2026 dengan berbagai kejadian penting yang memengaruhi jalannya turnamen tenis bergengsi ini. Denis Shapovalov, petenis asal Kanada, harus mengakhiri perjalanannya lebih awal setelah kalah dari Ben Shelton di babak ketiga. Sementara itu, Aryna Sabalenka mengalami gangguan tak biasa saat bertanding karena bau ganja yang tercium di lapangan, dan kembalinya Serena dan Venus Williams ke US Open berakhir dengan kekalahan yang mengecewakan.
Di babak ketiga, Denis Shapovalov mengalami kekalahan dalam pertandingan empat set yang berlangsung selama lebih dari tiga jam. Setelah memulai dengan kekalahan di set pertama melalui tiebreak, Shapovalov berhasil menyamakan kedudukan di set kedua. Namun, Ben Shelton yang berada di peringkat kedelapan menunjukkan performa kuat di set ketiga dan keempat hingga memastikan kemenangan dan melaju ke babak 16 besar untuk menghadapi Stefanos Tsitsipas.
Selain Shapovalov, petenis Kanada lainnya, Leylah Annie Fernandez, juga harus angkat koper setelah dikalahkan Jessica Pegula di babak ketiga. Kemenangan Pegula ini menegaskan persaingan ketat yang terjadi di turnamen ini.
Di sisi lain, Aryna Sabalenka, juara bertahan dua kali US Open, mengeluhkan gangguan bau ganja yang tercium selama pertandingan babak ketiga melawan Kamilla Rakhimova. Sabalenka menyatakan bau tersebut sangat mengganggu dan berharap penyelenggara dapat lebih memperhatikan hal ini agar tidak mengganggu pemain dan penonton di masa mendatang.
Sementara itu, momen yang dinantikan banyak penggemar tenis, kembalinya Serena dan Venus Williams ke US Open setelah beberapa tahun absen, berakhir dengan kekalahan menyakitkan. Pasangan saudara kandung legendaris ini kalah dari Chan Hao-ching dan Maya Joint dalam pertandingan tiga set dramatis yang berakhir dengan tiebreak penentu. Meskipun menunjukkan performa yang mengesankan dan menghidupkan kembali nostalgia masa kejayaan mereka, faktor usia dan kondisi fisik menjadi tantangan besar dalam pertandingan ini.
Selain itu, perhatian juga tertuju pada Carlos Alcaraz yang melakukan penyesuaian kostum usai tampil dengan tank top yang dianggap terlalu terbuka di awal turnamen. Alcaraz memilih mengenakan kaos dalam untuk menambah kenyamanan dan menghindari gangguan saat bertanding.
Di sisi lain, kisah Novak Djokovic kembali dikenang, terutama insiden kontroversial di US Open 2020 yang menjadi salah satu momen terburuk dalam karirnya, saat dirinya didiskualifikasi setelah tidak sengaja mengenai wasit garis dengan bola. Meskipun kini telah kembali bertanding, insiden tersebut masih menjadi catatan penting dalam sejarah US Open.
US Open 2026 terus menghadirkan cerita dan persaingan yang menarik, memperlihatkan bagaimana tekanan, kejutan, dan tantangan non-teknis turut mewarnai pertandingan di lapangan. Para penggemar tenis di seluruh dunia menantikan babak-babak selanjutnya dengan antusiasme tinggi.













Tinggalkan Balasan