Media KampungJuventus gagal mendapatkan gelandang Franck Kessié setelah penawaran terakhir mereka ditolak dan pemain tersebut memilih bergabung dengan Atalanta. Sebagai alternatif, Juventus segera mengamankan kesepakatan dengan Tottenham Hotspur untuk mendatangkan Pape Matar Sarr dengan status pinjaman yang disertai opsi pembelian kondisional hingga €30 juta.

Pape Sarr telah menjadi pemain reguler Tottenham selama tiga musim terakhir dengan 141 penampilan, 11 gol, dan 11 assist. Transfer ini juga didorong oleh kebutuhan Juventus untuk menambal lini tengah menyusul cedera panjang Khephren Thuram. Sarr dinilai memiliki karakteristik yang sesuai untuk memperkuat skuad Juventus dengan biaya yang wajar.

Baca juga:

Franck Kessié sendiri secara mengejutkan memilih bergabung kembali dengan Atalanta, klub yang pernah membesarkannya sepuluh tahun lalu. Meski Juventus sudah mencapai kesepakatan awal dengan Kessié, pembicaraan terhenti terkait kondisi perpanjangan otomatis dan bonus penandatanganan, sehingga Atalanta berhasil merebut tanda tangan pemain asal Pantai Gading tersebut.

Pergerakan transfer di Atalanta juga menunjukkan perubahan signifikan. Marten De Roon, legenda klub dengan 445 penampilan dalam sepuluh tahun, resmi bergabung dengan AS Roma, meninggalkan ruang bagi kedatangan Kessié yang lebih muda dan berkualitas. Atalanta juga tengah membidik penyerang muda Inggris Jonathan Rowe untuk menambah kekuatan skuad mereka.

Baca juga:

Juventus sendiri belum selesai memperkuat lini tengah. Selain Pape Sarr, mereka dikabarkan membidik Pierre-Emile Højbjerg dari Marseille dan pemain muda Darryl Bakola dari Sassuolo sebagai opsi tambahan. Højbjerg dianggap memiliki pengalaman dan kualitas yang bisa mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh kegagalan mendatangkan Kessié dan cedera Thuram.

Pergerakan transfer ini menjadi bagian dari usaha Juventus untuk memperkuat tim menjelang kompetisi musim 2026/2027, walaupun kegagalan mendapatkan Kessié menjadi sorotan karena proses negosiasi yang terkesan kurang tuntas. Namun, Juventus masih berupaya mengembalikan kekuatan lini tengah mereka dengan kombinasi pemain muda dan berpengalaman.

Baca juga: