Media Kampung – Surabaya – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur menegaskan bahwa proses rekrutmen atlet kini dilakukan melalui empat jalur resmi. Ketua KONI Jatim M. Nabil menyatakan setiap atlet yang dinilai memiliki kemampuan harus mengikuti tahapan seleksi sebelum masuk program pembinaan. Langkah ini diambil untuk memastikan pembinaan lebih terukur dan berorientasi pada prestasi.

“Rekrutmennya ada empat poin. Satu, melalui kabupaten/kota, melalui pengurus cabang olahraga, dan individu. Masing-masing kalau sudah punya kemampuan ya kita rekrut, tentu melalui tahap-tahap ini,” ujar Nabil di Surabaya, Minggu (21/6/2026).

Saat ini, KONI Jawa Timur fokus pada identifikasi dan rekrutmen di internal masing-masing cabang olahraga. Atlet yang sudah berprestasi mendapat pembinaan langsung dari KONI, sementara atlet yang belum berprestasi tetap dibina oleh pengurus cabang olahraga (pengcab).

“Hari ini yang dilakukan adalah melakukan identifikasi rekrutmen tentu di internal mereka. Jadi kita itu membina yang berprestasi. Yang belum berprestasi dibina oleh pengurus cabang olahraga,” jelas Nabil.

Ia menjelaskan bahwa sistem pembinaan atlet akan berjalan secara berkelanjutan melalui mekanisme promosi dan degradasi. Langkah tersebut bertujuan meningkatkan capaian prestasi Jawa Timur pada ajang olahraga nasional, terutama Pekan Olahraga Nasional (PON).

“Ada promosi, ada degradasi, tapi tetap berjalan terus. Ujungnya adalah bagaimana kita punya prestasi yang lebih baik dari PON-PON sebelumnya,” tuturnya.

Optimisme ini didukung oleh aktivitas kompetisi olahraga yang terus berlangsung di berbagai daerah. Menurut Nabil, tidak ada daerah yang vakum sehingga potensi atlet baru terus bermunculan.

“Alat ukurnya apa? Kompetisi yang sering dilakukan oleh pemprov. Kemudian kegiatan-kegiatan olahraga itu di masing-masing daerah tidak ada yang vakum. Semua berjalan dan itu dinamis. Itu artinya kan potensi itu ada,” ujarnya.

Selain memperkuat pembinaan atlet, KONI Jawa Timur juga akan melakukan pengukuran prestasi secara berkala. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan langkah pembinaan selanjutnya.

“Penguatan-penguatan itu yang membuat optimisme kami ada kekuatan untuk berprestasi. Tinggal bagaimana berkompetisi dengan provinsi lain sekarang. Kemudian ada semacam tes prestasi yang dilakukan,” kata Nabil.

Ia menambahkan bahwa kualitas dan kualifikasi pelatih menjadi aspek penting dalam program akselerasi pembinaan. KONI Jawa Timur akan berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), untuk memperkuat hal tersebut.

“Itu termasuk bagian dari akselerasi. Ada melalui pembinaan percepatan. Tinggal bagaimana penguatan-penguatan pelatih, kualifikasi pelatih itu yang nanti akan diperkuat. Kami akan koordinasi dengan Pak Ketua IPSI nanti,” tegasnya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.