Media Kampung – Superkomputer Opta merilis analisis statistik yang menyebut Grup B sebagai grup paling lemah di Piala Dunia 2026. Status Kanada sebagai tuan rumah otomatis menempatkan negara peringkat 37 dunia itu di Pot 1 unggulan, memicu ketidakseimbangan kualitas antar tim.

Penambahan kuota peserta dari 32 menjadi 48 negara dinilai menurunkan standar kelayakan tim. Akibatnya, duel antara tim raksasa melawan tim semenjana sulit dihindari.

Menurut data Opta, Grup B memiliki rata-rata rating (70,9) dan rata-rata peringkat (52,8) terendah dibanding grup lain. Anggota Grup B adalah Swiss (peringkat 17), Kanada (peringkat 37), Bosnia-Herzegovina (peringkat 77), dan Qatar (peringkat 80). Tidak satu pun penghuni grup ini masuk 16 tim elit pria terbaik dunia.

Ketimpangan kualitas paling jomplang terjadi di Grup E. Jerman (rating 89,6) unggul 40,1 poin atas Curacao (rating 49,5). Curacao (peringkat 131) dan Haiti (peringkat 92) menjadi dua negara dengan peringkat internasional terendah sepanjang turnamen.

Grup C juga menunjukkan jurang lebar: Brasil (rating 92,2) memimpin 35,1 poin atas Haiti (rating 57,1). Sementara itu, Grup A menjadi satu-satunya grup tanpa kehadiran tim peringkat 20 besar dunia, dengan peserta Meksiko (peringkat 24), Korea Selatan (peringkat 32), Ceko (peringkat 40), dan Afrika Selatan (peringkat 64).

Kondisi penataan grup ini berpotensi mengurangi tensi pertandingan babak penyisihan awal. Para penggemar sepak bola kini harus bersiap menyaksikan duel tim besar melawan tim underdog akibat penurunan standar kualifikasi wilayah tertentu.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.