Media KampungFlorentino Pérez kembali terpilih sebagai Presiden Real Madrid setelah memenangkan pemilihan presiden klub yang pertama kali diadakan dalam dua dekade terakhir. Pria berusia 79 tahun itu mengalahkan pengusaha Enrique Riquelme dengan perolehan suara 65 persen, atau 21.741 suara, dibandingkan 35 persen atau 11.814 suara milik Riquelme. Kemenangan ini memperpanjang masa kepemimpinan Pérez yang telah berlangsung sejak 2009, dengan mandat baru hingga tahun 2030.

Pemilihan ini merupakan pemilu presiden Real Madrid yang pertama dengan lebih dari satu kandidat sejak 2006. Sebelumnya, Pérez selalu terpilih tanpa lawan pada 2009, 2013, 2017, 2021, dan 2025. Ia memutuskan untuk mengadakan pemilihan lebih awal setelah musim buruk klub yang tanpa trofi besar selama dua musim, serta insiden ruang ganti yang melibatkan Fede Valverde dan Aurélien Tchouaméni.

Dalam pidato kemenangannya, Pérez menyebut hasil ini sebagai yang terbaik kedua dalam sejarah pemilihan Real Madrid. Ia juga berterima kasih kepada semua pihak yang berpartisipasi dan menegaskan komitmennya untuk terus membawa klub meraih trofi. Selama masa kepemimpinannya, Real Madrid telah memenangkan tujuh gelar Liga Champions UEFA dan tujuh gelar La Liga.

Di sisi lain, Enrique Riquelme menerima kekalahan dengan lapang dada. Melalui surat terbuka di media sosial, ia mengucapkan selamat kepada Pérez dan membuka pintu untuk dialog mengenai masa depan klub. Riquelme mengaku bangga berhasil mengumpulkan 35 persen suara dalam waktu singkat dan membuktikan bahwa ada alternatif kepemimpinan bagi Real Madrid.

Selama masa kampanye, Pérez mengumumkan sejumlah rencana besar, termasuk membawa kembali José Mourinho sebagai pelatih kepala, serta kesepakatan untuk merekrut Ibrahima Konaté dan Denzel Dumfries. Ia juga berjanji akan mengajukan tawaran lebih dari 150 juta euro untuk seorang pemain bintang yang belum disebutkan namanya, yang dijadwalkan diumumkan pada hari Selasa.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.