Media Kampung – Tim nasional sepak bola Iran memastikan kembali tampil pada Piala Dunia 2026 setelah menunjukkan konsistensi luar biasa dalam babak kualifikasi zona Asia. Ini akan menjadi penampilan ketujuh Iran di ajang Piala Dunia, dengan ambisi besar menembus babak gugur untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka.

Iran merupakan salah satu tim Asia yang paling sering tampil di putaran final Piala Dunia. Keberhasilan mereka di tingkat kontinental, termasuk meraih tiga gelar Piala Asia, menegaskan posisi Iran sebagai kekuatan utama sepak bola Asia. Namun, prestasi tersebut belum bisa diterjemahkan ke panggung dunia secara maksimal.

Perjalanan menuju Piala Dunia 2026 di Amerika Utara diwarnai oleh performa solid Iran selama babak kualifikasi. Timnas Iran mendominasi pertandingan di fase kedua kualifikasi dengan kemenangan meyakinkan atas Turkmenistan dan Hong Kong, serta hasil imbang penting melawan Uzbekistan, salah satu pesaing terkuat dari Asia. Pada fase ketiga, Iran semakin perkasa dengan meraih enam kemenangan dari delapan laga awal.

Kepastian lolos didapatkan usai Iran bermain imbang 2-2 melawan Uzbekistan di Stadion Azadi, Teheran, pada 25 Maret 2025. Mehdi Taremi menjadi pahlawan dengan mencetak dua gol krusial dalam pertandingan tersebut. Keberhasilan ini mengokohkan posisi Iran sebagai salah satu wakil Asia yang tampil di Piala Dunia 2026.

Sejarah panjang Iran di Piala Dunia dimulai pada edisi 1978 di Argentina. Saat itu, Iran berhasil melewati zona kualifikasi Asia dan Oseania dengan gol penentu dari Ghafour Jahani. Debut mereka di putaran final diwarnai pertandingan melawan Belanda, Peru, dan Skotlandia, dengan gol perdana Iran dicetak oleh Iraj Danaeifard.

Meski beberapa kali tampil, Iran belum pernah melewati fase grup Piala Dunia. Dari 18 pertandingan yang telah dijalani, mereka meraih tiga kemenangan, empat hasil imbang, dan sebelas kekalahan. Penampilan terbaik mereka terjadi pada Piala Dunia 2018 di Rusia, saat Iran hanya tertinggal satu poin dari dua tim besar Eropa, Spanyol dan Portugal, di fase grup.

Salah satu momen bersejarah yang melekat dalam ingatan pecinta sepak bola Iran adalah kemenangan 2-1 atas Amerika Serikat di Piala Dunia 1998 di Prancis. Pertandingan itu juga dikenal dengan simbol perdamaian antara kedua negara yang tengah mengalami ketegangan politik. Gol dari Hamid Estili dan Mehdi Mahdavikia memastikan kemenangan penting tersebut.

Kemenangan terbesar Iran pada Piala Dunia terjadi pada edisi 2022 di Qatar, ketika mereka mengalahkan Wales 2-0 berkat gol telat dari Rouzbeh Cheshmi dan Ramin Rezaeian. Mehdi Taremi menjadi figur sentral dalam skuad Iran, menjadi pencetak gol terbanyak mereka di Piala Dunia dan andalan utama dalam beberapa tahun terakhir.

Pelatih Amir Ghalenoei kembali dipercaya membesut Timnas Iran sejak Maret 2023, membawa perubahan positif yang terlihat dari hasil kualifikasi yang impresif. Ghalenoei, yang pernah tampil sebagai pemain dan memiliki pengalaman melatih klub-klub besar Iran, diharapkan dapat mengantar Iran mencapai target baru di Piala Dunia 2026.

Di Piala Dunia 2026, Iran berada di Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru. Mereka akan memulai laga melawan Selandia Baru pada 15 Juni 2026 di Stadion SoFi, Los Angeles, lalu bertemu Belgia pada 21 Juni di tempat yang sama, dan menutup fase grup menghadapi Mesir di Stadion Lumen Field, Seattle, pada 26 Juni.

Meskipun pertandingan penyisihan grup berlangsung di Amerika Serikat, tim Iran akan bermarkas di Centro Xoloitzcuintle, Tijuana, Meksiko. Fasilitas ini merupakan pusat latihan klub Liga MX Club Tijuana yang telah diakui FIFA sebagai markas resmi latihan Iran selama turnamen.

Menjelang Piala Dunia, pelatih Amir Ghalenoei telah mengumumkan skuad sementara berisi 30 pemain yang akan menjalani pemusatan latihan di Turki dan uji coba melawan Gambia di Antalya pada 29 Mei. Persiapan ini diharapkan memantapkan tim dalam menghadapi persaingan ketat di Amerika Utara nanti.

Kesiapan Iran yang dipimpin oleh pelatih berpengalaman dan didukung pemain-pemain kunci seperti Mehdi Taremi serta Ehsan Hajisafi menegaskan ambisi mereka untuk menorehkan sejarah baru dengan menembus babak gugur Piala Dunia. Penampilan mereka akan menjadi sorotan dalam edisi ketujuh keikutsertaan Iran di ajang sepak bola terbesar di dunia ini.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.