Media Kampung – Pelatih Rico Verhoeven, Peter Fury, menyerukan agar diadakan duel ulang setelah petinju Belanda itu mengalami kekalahan melalui technical knock out (TKO) yang kontroversial melawan Oleksandr Usyk. Pertandingan yang berlangsung di Mesir pada 23 Mei 2026 itu berakhir dengan keputusan yang memicu perdebatan, meski Verhoeven tampil menekan sepanjang laga.
Dalam pertarungan tersebut, Verhoeven yang diunggulkan sebagai underdog berhasil memberikan perlawanan kuat. Hingga ronde ke-10, dua juri memberikan skor imbang 95-95, sementara satu juri lainnya mencatat Verhoeven unggul 96-94. Keadaan ini menunjukkan bahwa peluang kejutan masih terbuka lebar.
Namun, situasi berubah di ronde ke-11 ketika Usyk berhasil menjatuhkan Verhoeven dengan sebuah uppercut keras. Setelah Verhoeven bangkit, Usyk melanjutkan serangannya yang membuat wasit Mark Lyson menghentikan laga, keputusan yang dianggap banyak pihak terlalu cepat, karena bel ronde hampir berbunyi.
Fury mengungkapkan bahwa meskipun Verhoeven sudah kelelahan, keputusan untuk menghentikan pertarungan terlalu prematur. Ia mengatakan, “Saya pikir penghentiannya terlalu dini. Memang Rico sudah lelah di ronde ke-11. Apakah dia bisa bertahan sampai ronde ke-12? Mungkin tidak. Tetapi penghentian itu prematur.”
Fury juga memberikan penghormatan kepada Usyk atas kemenangannya, tetapi ia yakin bahwa Verhoeven layak mendapatkan kesempatan untuk bertanding lagi. “Dia layak mendapat kesempatan lagi. Sedikit tambahan pengalaman sangat membantu. Ini pertama kalinya dia bertarung lebih dari lima ronde,” tambahnya.
Setelah pertandingan, Rico Verhoeven juga menyatakan ketidakpuasannya terhadap keputusan wasit. “Tentu saya merasa penghentiannya terlalu cepat, tetapi keputusan itu bukan di tangan saya,” ujarnya, menambahkan bahwa seharusnya wasit membiarkan ronde berakhir secara alami. “Saya pikir wasit tahu ronde hampir selesai. Biarkan saya bertahan sampai bel berbunyi atau kalah dengan cara saya sendiri,” ungkapnya.
Verhoeven merasa bahwa ia mampu mengimbangi Usyk dalam jalannya pertarungan. “Saya merasa skor pertarungan cukup seimbang,” kata Verhoeven, menunjukkan keyakinannya meski pada akhirnya harus menerima kekalahan.
Sementara itu, Agit Kabayel, penantang wajib gelar WBC kelas berat, tidak melewatkan kesempatan untuk menantang Usyk setelah pertarungan berakhir. Petinju asal Jerman itu mengatakan bahwa ia sudah lama menunggu kesempatan untuk berjumpa dengan Usyk setelah duel Verhoeven membuat perebutan gelar tertunda. “Saya siap. Jerman siap untuk pertarungan ini. Banyak warga Ukraina tinggal di Jerman dan saya rasa para penggemar ingin melihat laga itu,” tambahnya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan